Gelombang Tinggi Harga Ikan di TPI Alok Maumere Meningkat Drastis

RABU, 28 DESEMBER 2016

MAUMERE — Tingginya gelombang laut akibat angin kencang menyebabkan harga jual ikan di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Alok, Maumere, mengalami kenaikan drastis dibanding hari biasanya.

Kapal ikan yang sedang bersandar dan menurunkan hasil tangkapan untuk dijual kepada pengecer.

“Harga ikan sudah naik seminggu sebelum Hari Raya Natal akibat adanya angin kencamg dan gelombang tinggi sehingga banyak nelayan yang tidak melaut,” ujar Aminah, pedangang ikan di TPI Alok. Saat ditemui Cendana News Rabu (28/12/2016) pagi di TPI Alok, Aminah terlihat sedang berjualan ikan Layang dan ikan Selar Kuning yang juga dijual sebagian besar pedagang ikan di TPI Alok.

Ikan Layang berukuran dua jari tangan orang dewasa dijual dengan harga 5 ekor Rp 10 ribu sementara ikan Selar Kuning dengan ukuran yang sama dilepas dengan harga Rp 20 ribu untuk 12 ekor. Bila cuaca sedang bagus, kata Aminah, hasil tangkapan nelayan meningkat drastis khususnya ikan Layang sehingga harganya pun pasti murah. Ikan Layang hari biasa dijual seharga Rp 10 ribu per 10 ekor sementara bila sedang musim  bisa mencapai 20 ekor dengan harga yang sama.

Hal senada juga disampaikan Kasim, pedagang ikan lainnya. Saat dijumpai, dirinya terlihat sibuk melayani pembeli yang sedang menawar ikan Tongkol dan Cakalang yang dijualnya.

“Kalau ikan Tongkol ukuran 5 kilogram saya jual dengan harga Rp 60 sampai 70 ribu sementara Cakalang dengan ukuran yang lebih besar dengan berat sekitar 7 kilogram dilepas dengan harga Rp 100 ribu sampai Rp 110 ribu,” jelasnya.

Kasim mengakui, ikan-ikan ini dibelinya dari pedagang asal Larantuka Flores Timur yang datang menyetor ikan di TPI Alok menggunakan mobil pick up setiap Subuh.

“Untuk satu ekor ikan yang dijual, saya cuma mendapat keuntungan Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu saja. Memang pembeli banyak saat Hari Natal tapi lebih banyak saat menjelang Tahun Baru,” sebutnya.

Akibat cuaca buruk, sebut Kasim, harga ikan memang melonjak tinggi sebab hanya nelayan yang memiliki kapal ikan berukuran di atas 4 grass ton saja yang melaut, itu pun jumlahnya tidak banyak. Sementara untuk ikan Selar dan Layang biasanya diambil di Lampara atau Bagan dan biasa dijual dengan harga Rp 100 sampai Rp 120 ribu untuk ukuran satu kantong plastik berwarna biru berukuran sekitar 7 kilogram.

“Tapi kalau cuaca buruk harganya bisa sampai Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu dan itu pun tetap saja dibeli masyarakat sebab konsumsi ikan di kota Maumere tergolong tinggi,” pungkasnya.

Para penjual ikan di TPI Alok Maumere.

Disaksikan Cendana News saat mengunjungi TPI Alok sekitar pukul 06.30 WITA, hanya terlihat sekitar 5 kapal ikan tradisional yang biasa menggunakan pukat. Juga terdapat beberapa kapal motor berbahan fiber yang biasa menangkap ikan Tongkol dan Cakalang.

Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary

Lihat juga...