Hasil Industri Kreatif Daur Ulang Posdaya Soka Jakarta Selatan


JUMAT, 30 DESEMBER 2016
JAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Program pemberdayaan masyarakat dari Yayasan Damandiri dalam Program Tabur Puja dengan wujud pembentukan Posdaya di seluruh Indonesia coba sinergikan empat aspek pembangunan dari pendidikan, kesehatan, wirausaha dan lingkungan.
 

Sudarni Adi dan Ibu Ngasimun di Bazaar Tabur Puja, Hotel Mercure, September 2016.

Perkembangan Bank Sampah Posdaya Soka di RW012, Kelurahan Kebayoran Lama Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan sudah sampai pada tahap pemberdayaan anggotanya untuk meramaikan industri kreatif berbentuk Hasil Industri Daur Ulang seperti tas wanita, tempat tissu, taplak meja, dan lain sebagainya. Artinya ada sinergi tiga aspek pemberdayaan yaitu lingkungan, pendidikan dan wirausaha.
“Aspek pendidikan itu dengan mengedukasi anggota Posdaya untuk mandiri melalui industri kreatif, aspek lingkungan itu dengan memanfaatkan sampah rumah tangga menjadi sesuatu yang kembali memiliki daya guna dan terakhir aspek wirausaha adalah dengan hasil penjualan hasil industri kreatif. Inilah ekonomi masyarakat tingkat mikro terangkat,” jelas Sudarni Adi, pengurus Posdaya Soka, kepada Cendana News.
Bahan-bahan yang digunakan untuk industri kreatif daur ulang yang saat ini berkembang di Posdaya Soka adalah sampah rumah tangga seperti kain percak bekas, sedotan bekas air mineral, sachet atau pembungkus kopi siap saji, pembungkus sabun cuci, permen dan pewangi pakaian. Pelatihan dari Program Green and Clean Unilever pada 2009 diterapkan dengan baik oleh para ibu PKK Posdaya Soka hingga saat ini. Cara pembuatannya masih tradisional, yaitu dengan menjahit, menempel dan menyambungkan satu persatu bagiannya. Walaupun begitu, nilai seni dari hasil buatan tangan para perajin di Posdaya Soka tetap terjaga. Malah dari cita rasa seni yang sederhana itu berhasil menyuguhkan bentuk-bentuk hasil industri daur ulang dengan nilai kreativitas tinggi melebihi hasil pabrik.
 

Hasil industri kreratif daur ulang Posdata Soka. Kiri atas: tas wanita dari sedotan bekas air mineral. Kanan atas: tas wanita dari bahan pembungkus permen. Kiri bawah: tempat mukenah untuk salat. Kanan bawah: tempat tissue dari bungkus kopi kemasan.

“Kami memasang harga bersaing untuk setiap produk. Tas wanita dari sachet bungkus kopi kami jual dengan kisaran harga Rp 120.000 sampai Rp 150.000, tempat tissue dari kain percak dan bungkus kopi antara Rp 10.000 hingga Rp 25.000, tas wanita dari bahan sedotan bekas air minum mineral seharga Rp 70.000 dan untuk taplak meja dari bahan bungkus kopi maupun bungkus bekas lainnya kami patok harga sekitar Rp 50.000,” lanjut Sudarni Adi.
Penjualan hasil-hasil industri kreatif daur ulang para perajin di Posdaya Soka masih sebatas acara-acara seperti bazaar, pameran dan pemesanan dari institusi, lembaga maupun perorangan. Hasil dari penjualan biasa digunakan bersama-sama untuk meningkatkan baik kesejahteraan para perajin maupun pengembangan usaha berupa pembuatan etalase secara berkala untuk display hasil industri dan memperbaharui kemasan untuk membungkus hasil-hasil produksi.
“Dampak bagi para anggota kami yang bisa disebut juga dengan para perajin industri kreatif daur ulang Posdaya Soka memang tidak dalam tingkat besar. Akan tetapi secara perlahan tapi pasti. Selain itu, gerakan industri kreatif ini juga mengedepankan edukasi bagi anggota agar ke depan bisa mandiri. Nasib orang tidak ada yang tahu, semisal saja jika suatu saat mereka bagus dalam simpan pinjam Tabur Puja dan diberi pinjaman lebih besar untuk membuka usaha kreatif secara mandiri kemudian berkembang pesat, itu juga masuk ke dalam alat ukur hasil pemberdayaan yang dilakukan Posdaya Soka,” sambung Sudarni Adi.
Geliat Posdaya Soka memang terlihat sarat sinergi dan program-program yang terukur. Apa yang mereka lakukan selalu berusaha melihat bagaimana nantinya masyarakat ke depan, atau ada dimana masyarakat di kemudian hari nanti. Sejauh ini, industri kreatif daur ulang Posdaya Soka masih terus melakukan eksperimen-eksperimen untuk menghasilkan produk baru.
 

Kiri atas: Sudarni Adi dan tas wanita berbahan pembungkus pewangi pakaian. Kanan atas: taplak meja berbahan pembungkus kopi kemasan. Kiri bawah: kegiatan pembuatan kerajinan tangan daur ulang di Posdaya Soka. Kanan bawah: Heri Haryadi, manajer Tabur Puja (kiri) dan Sudarni Adi, Kabid Ekonomi Tabur Puja Posdaya Soka (kanan).

“Baru-baru ini sudah kami produksi dompet wanita dan tas mukenah untuk salat banyak diminati setiap kami ikut bazaar atau pameran. Mungkin ke depan kami akan coba tas sekolah atau mungkin juga sajadah. Namanya ide kan biasanya mengalir begitu saja, Mas. Doakan saja supaya berhasil dan terus berkembang lebih kreatif lagi,” pungkasnya.

Jurnalis: Miechell Koagouw / Editor: Satmoko / Foto: Miechell Koagouw

Lihat juga...