Jelang Malam Tahun Baru, Warga NTB Memburu Ikan Nila

SABTU 31 DESEMBER 2016

LOMBOK TENGAH—Jelang perayaan pergantian malam tahun baru, ikan nila banyak diburu warga masyarakat di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk dibakar bersama merayakan malam pergantian tahun baru.

Ikan nila segar dalam berbagai ukuran memenuhi kolam milik Aisah, Penjual ikan Desa Wage, Kabupaten Lombok Tengah.
Tempat penjualan ikan Desa Wage dan Desa Gerunung, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) misalkan sejak pagi banyak dibeli warga, baik untuk kebutuhan lauk perayaan bersama keluarga maupun untuk dibakar bersama teman di pinggir pantai maupun di kampung halaman.

“Pembelian ikan nila oleh warga dalam jumlah banyak jelang perayaan pergantian malam tahun baru sudah biasa dilakukan setiap tahun, termasuk perayaan tahun baru sekarang” kata Tamrin, pemilik kolam besar yang juga penjual ikan nila dan ikan lele Desa Gerunung, Lombok Tengah kepada Cendana News, Sabtu (31/12/2016).

Ia mengatakan, ikan nila tidak saja diburu jelang pergantian malam tahun baru, bahkan setiap Perayaan Hari Besar Islam (PHBI) dan momen tertentu ikan nila juga banyak diburu warga.

Jumlah dibeli juga bervariatif, kalau untuk kebutuhan konsumsi pribadi dan PHBI, ikan nila setiap orang berkisar antara dua sampai lima kilo, tapi kalau kebutuhan perayaan malam tahun baru untuk dibakar bersama, satu orang bisa membeli antara lima sampai 10 kilo.

“Untuk harga sendiri, Tamrin mengaku setiap momen penting seperti perayaan malam tahun baru sekarang, satu kilo harganya bisa mencapai 25 sampai 27 ribu, sementara untuk ikan lele harganya lebi murah yaitu 23 ribu per kilo,” katanya.

Abdul Khalik, pemuda Desa Banyu Urip, Lombok Tengah mengaku sengaja datang membeli ikan nila untuk kebutuhan pesta perayaan malam pergantian tahun baru di kampung bersama teman- teman pemuda di kampungnya.

“Kita, perayaan malam pergantian tahun baru cukup di kampung saja, dengan mengadakan acara bakar ikan bersama teman – teman pemuda di kampung daripada harus keluyuran kemana-mana,” tutupnya.

Jurnalis: Turmuzi/Editor: Irvan Sjafari/Foto; Turmuzi

Lihat juga...