Jelang Tahun Baru 2017, Harga Daging di Pasar Alok Maumere Naik Lagi

SABTU, 31 DESEMBER 2016
MAUMERE — Jelang penutupan tahun, ratusan pembeli kembali mendatangi Pasar Alok yang merupakan pasar terbesar di Kota Maumere, Sabtu (31/12/2016). Membludaknya pembeli tersebut membuat harga daging mengalami kenaikan berkisar Rp. 10-20.000 per kilogram.
Penjual daging sapi dan babi di pinggir jalan di areal pasar Alok.
Agnesia Lusi, salah seorang ibu rumah tangga yang ditemui Cendana News di Pasar Alok, Sabtu (31/12/2016), mengatakan, bila sebelum Hari Raya Natal hingga sehari setelah Natal harga ayam potong masih dijual seharga Rp. 60-70.000 per ekor, namun sejak sehari jelang tutup tahun ini, harga ayam di beberapa kios pedagang ayam di Pasar Alok mengalami kenaikan sebesar Rp. 10-20.000 per ekor, baik berukuran sedang maupun kecil.
“Untuk ukuran kecil saya membelinya enam puluh ribu rupiah, sementara yang sedang dijual dengan harga delapan puluh ribu rupiah dan tidak bisa ditawar,” tuturnya.
Walau mengalami kenaikan, Agnes mengaku tidak mempersoalkannnya dan terpaksa membelinya, karena bila dibeli di Pasar Tingkat Maumere maupun di Pasar Geliting, harganya justru bisa lebih mahal hingga sepuluh-dua puluh ribu rupiah per ekornya.
“Kalau di Pasar Alok, penjualnya lebih banyak dan banyak pembeli, sehingga harganya lebih murah. Saya beli empat ekor untuk dibakar bersama keluarga saat malam pergantian tahun nanti,” terangnya.
Sementara itu, harga daging Sapi dan Babi yang dijual di Pasar Alok pun mengalami kenaikan yang sama, berkisar antara Rp. 10-20.000 per kilogramnya.
“Daging sapi kami jual seratus sepuluh hingga seratus dua puluh ribu rupiah per kilonya. Kenaikannya hanya sepuluh hingga dua puluh ribu rupiah, tergantung banyaknya daging yang dibeli,“ sebut Goris Tae, salah seorang pedagang di pasar setempat.
Untuk daging babi, kata Goris, dijual seharga Rp. 80-90.000 per kilonya. Harga dilihat berdasarkan jenis daging yang dibeli. Jika jenis daging yang dibeli lebih banyak isi dibandingkan tulang, maka harganya akan lebih mahal. Tapi, kalau tualngnya agak banyak, harganya bisa lebih murah sekitar Rp. 10-20.000 per kilogramnya. Meski demikian, pembeli tetap ramai, sebab akan disuguhkan saat pesta tutup tahun nanti malam dan Tahun Baru esojk harinya.
“Pembelinya lebih banyak dibandingkan saat hari raya Natal, tapi biasanya mereka cuma beli satu dua kilo saja dan jarang yang membelinya lebih dari lima kilogram,” jelasnya.
Sementara itu, puluhan pembeli tampak terlihat rela antri dan memilih daging yang dijual pembeli yang menggelar dagangan persis di sebelah Los Pasar Alok permanen yang baru diresmikan. Para pedagang mengaku lebih nyaman berjualan di luar Los Pasar, meski di dalam pasar sudah disediakan Los Daging. Mereka beralasan, pembeli lebih banyak membeli di luar, karena bisa sekalian membeli sayur dan bumbu di sekitarnya.

Jurnalis : Ebed De Rosary / Editor : Koko Triarko / Foto : Ebed De Rosary

Lihat juga...