Kapolda Lampung Akui Terus Akan Berbenah Beri Pelayanan Maksimal Kepada Masyarakat

SELASA 27 DESEMBER 2016

LAMPUNG—Kapolda Lampung Irjen Pol Sudjarno menggelar jumpa pers dengan kalangan jurnalis media cetak,online dan televisi di aula Rupatama Bharadaksa Mapolres Lampung Selatan dalam rangka refleksi akhir tahun 2016 terkait kinerja Polda Lampung. Kapolda Lampung yang hadir didampingi Wakapolda Lampung Brigjen Pol Bonifasius Tampoi serta pejabat Polda Lampung di antaranya Kabidhumas Polda Lampung AKBP Sulityaningsih dan seluruh Kapolsek di Polres Lampung Selatan hadir untuk melakukan pemaparan sekaligus dialog dengan media terkait kondisi dan indikator Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Polda Lampung.
Jumpa pers Polda Lampung terkait kinerja kepolisian selama 2016.
Kapolda Lampung Irjen Pol Sudjarno dalam pemaparannya diantaranya mengungkapkan berterimakasih kepada semua pihak terutama masyarakat Provinsi Lampung yang menjaga
keamanan dan kenyamanan umat Kristiani yang merayakan Ibadah Natal 2016. Polda Lampung yang
menggelar Operasi Lilin Krakatau 2016 bahkan mengungkapkan kerjasama dengan pihak Pemerintah Daerah,TNI,Masyarakat serta berbagai pihak membuat suasana perayaan Natal di Lampung Kondusif dan harus tetap dipertahankan sebagai bentuk menjaga keberagaman.
“Kondisi keamanan dan ketertiban yang ada saat ini harus kita pertahankan selain itu merupakan indikator bagi tingkat keamanan di masyarakat sebab Polda Lampung juga masih banyak memerlukan perbaikan dan pembenahan baik internal maupun pelayanan kepada masyarakat,”ungkap Kapolda Lampung Irjen Pol Sudjarno saat menggelar jumpa pers dengan seluruh media di Provinsi Lampung bertempat di aula Mapolres Lampung Selatan,Selasa (27/12/2016)
Perbaikan internal di jajaran kepolisian Polda Lampung menurut Irjen Pol Sudjarno di antaranya dengan melakukan penindakan kepada anggota yang terlibat dalam pungutan liar (pungli), narkotika serta kegiatan lain yang melanggar hukum. Ia bahkan menegaskan tak segan akan memecat anggota polisi yang terbukti ikut membantu mengedarkan narkoba atau kejahatan lain dan melakukan pembinaan bagi anggota yang tertangkap tangan melakukan pungli kepada masyarakat. Ia menyadari jumlah polisi di Polda Lampung yang sudah naik menjadi tipe A dari Tipe B belum bertambah namun tak segan untuk memecat anggotanya yang melanggar karena saat ini banyak generasi muda yang juga ingin menjadi anggota polisi.
“Saya rela memecat satu dua anggota yang terbukti bersalah dalam kasus narkoba atau kejahatan karena banyak yang mengantri ingin menjadi polisi”terang Irjen Pol Sudjarno.
Selain pembinaan internal personil di jajaran kepolisian Polda Lampung Kapolda Lampung juga bahkan menyoroti fasilitas sejumlah polsek di Polda Lampung yang ada untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Ia bahkan menegaskan telah memeriksa sejumlah fasilitas water closed (WC) di Polda Lampung yang dirasanya masih jorok dan belum mencerminkan tingkat kepedulian anggotanya dalam penyediaan fasilitas umum.
Selain fisik ia bahkan berharap agar personil polisi yang menerima laporan masyarakat bersifat ramah layaknya petugas di sejumlah pasar waralaba yang memberikan sapaan, senyuman bahkan bila perlu ada sambutan yang lebih baik dari sebelumnya yang terkesan cuek.
Kapolda Lampung Irjen Pol Sudjarno dan Kapolres Lampung Selatan AKBP Adi Ferdian Saputra.
Selain menyoroti banyak hal Polda Lampung juga mengakui masih memiliki beberapa kasus yang menjadi pekerjaan rumah bagi Polda Lampung diantaranya terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) terutama kasus tindakan kriminal terkait pencurian kendaraan bermotor, kasus narkoba yang mulai menyebar ke kalangan pelajar, kasus kasus kekerasan yang terjadi di masyarakat,kasus kasus agraria yang ada di wilayah Lampung serta penanganan Pilkada di beberapa kabupaten di Lampung yang akan digelar pada  2017 termasuk kasus kebakaran di kantor DPD II Golkar Lampung Selatan yang hingga kini belum diketahui penyebab dan motifnya.
Kapolda Lampung menegaskan akan melakukan koordinasi dengan banyak pihak di antaranya Dinas
Pendidikan dalam penyuluhan bahaya narkoba di sekolah maupun mahasiswa dengan menggandeng
pihak Badan Narkotika Nasional (BNN).
Sementara itu terkait laporan banyaknya aksi kekerasan dengan menggunakan senjata api berkaitan dengan maraknya peredaran senjata api Polda Lampung akan berkoordinasi dengan Polda Sumatera Selatan karena ditengarai wilayah perbatasan Provinsi Lampung dan Sumatera
Selatan menjadi wilayah yang diduga menjadi tempat pembuatan senjata rakitan ilegal. Aksi aksi teror dan upaya teror yang digagalkan terkait aksi terorisme oleh paham paham radikal juga menjadi perhatian Polda Lampung bahkan Irjen Pol Sudjarno  memastikan saat ini Polda Lampung juga tengah melakukan koordinasi dengan Densus 88 dengan memastikan diwilayah Lampung belum ditemukan sel sel teorisme. Salah satunya dengan penyekatan dan melakukan koordinasi dengan pengurus setiap desa hingga RT untuk mengawasi orang asing yang tinggal di wilayahnya.
“Kita intensifkan kepada seluruh masyarakat hingga RT agar mengawasi seluruh rumah kontrakan dan juga rumah yang disewakan untuk mengetahui penyewa yang dicurigai dengan cara deteksi dini,” terang Irjen Pol Sudjarno.
Sambil menegaskan bahwa Polda Lampung dalam melayani masyarakat belum bisa menjadi yang terbaik tapi akan berusaha menjadi lebih baik Irjen Pol Sudjarno tak segan meminta kritik membangun dari masyarakat. Beberapa fasilitas pelaporan setiap Polsek baik offline maupun online sesuai mekanisme dan aplikasi yang dibentuk diharapkan dilakukan oleh setiap Polsek untuk bisa melayani masyarakat termasuk aplikasi panic button untuk setiap warga yang bisa diunduh melalui android sehinga bisa melaporkan kejadian apa saja kepada Polsek terdekat termasuk kejadian kriminalitas di masyarakat.
Ia juga menghimbau masyarakat untuk ikut menekan peredaran narkoba di masyarakat dengan mengaktifkan satgas anti narkoba. Seusai melakukan jumpa pers Kapolda Lampung bersama jajaran Polda Lampung langsung melakukan pemusnahan barang bukti narkotika berupa shabu seberat 24 kilogram,ganja 82,5 kilogram dan ekstasi sebanyak 599 butir.
Kapolda Lampung Irjen Pol Sudjarno menunjukkan barang bukti narkotika jenis ganja sebelum dimusnahkan.
Jurnalis: Henk Widi/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Henk Widi
Lihat juga...