Kasus Tanah di Larantuka,Kuasa Hukum Tergugat Menilai Gugatan yang Dilayangkan Terkesan Aneh

SELASA27 DESEMBER 2016

LARANTUKA – Kuasa hukum A.Oemboe Ratu Djawa selaku turut tergugat menilai perkara Perkara Tanah Weri Larantuka dengan Nomor 6/PDT.G/2016/PN.LTK antara Yohanes Djuan da Silva, Cs. selaku penggugat melawan ahli waris dr Hendrik Fernandez selaku para tergugat terkesan aneh dan janggal.
Tanah di kelurahan Weri kota Larantuka yang sedang dipersoalkan penggugat.
Dalam rilis yang diterima Cendana News, Pieter Hadjon,SH,MH mengatakan, sebagai Turut Tergugat I pihaknya sama sekali tidak ada pengaruhnya dengan putusan  perkara tersebut karena apapun putusan pengadilan dalam perkara tersebut, kliennya tidak akan kehilangan hak atas tanah miliknya.
“Dalam perkara ini, tanah milik klien kami tidak ikut digugat, selain itu gugatan penggugat kabur atau obscuur libel karena dalam petitum gugatan penggugat, tidak dimohonkan tentang kewajiban hukum apa bagi klien kami,”ujarnya.
Biasanya kata Pieter, posisi turut digugat dihukum untuk mematuhi isi putusan. Tapi kenyataannya dalam perkara ini tidak ada petitum itu .Ini gugatan aneh dan baru pertama kali terjadi di dunia peradilan di Indonesia.
Secara formal saja lanjut pengacara yang berkantor di Surabaya ini, gugatan tidak benar dan  tanah milik kliennya tidak termasuk obyek yang digugat. Bagamana mungkin klien kami atau kuasa hukumnya mengemis damai kepada para penggugat?.
“Yang benar saja.Silahkan berperkara sampai kiamat, tidak ada kata damai dari klien kami sebab dalam perkara ini, putusannya tidak akan berpengaruh terhadap klien kami,” tegasnya.
Kasus sengeketa tanah yang telah berlangsung dan sampai pada sidang Pemeriksaan Setempat (PS) untuk mengetahui letak dan batas batas obyek tanah sengketa dengan menghadirkan petugas ukur dari Badan Pertanahan Nasional(BPN) Flores Timur.
“Setelah pemeriksaan setempat, sidang berikutnya tanggal 12 Januari 2017 dengan acara pembuktian surat dari para penggugat,” pungkasnya.
Pieter Hadjon,SH,MH kuasa hukum A.Oemboe Ratu Djawa.
Jurnalis: Ebed de Rosary/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Ebed de Rosary

Lihat juga...