Keterbukaan Informasi Publik Sebagian Besar SKPD Pemprov NTB Buruk

SELASA 27 DESEMBER 2016

MATARAM—Tingkat kepatuhan dan keterbukaan Satuan Kerja Prangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam memberikan informasi publik kepada masyarakat dinilai masih buruk.
Sejumlah SKPD lingkup Pemprov NTB saat menerima anugrah sebagai badan publik informatif dari KI NTB.
Penilaian tersebut terungkap pada acara anugrah badan publik informatif Provinsi NTB yang diselenggarakan Komisi Informasi NTB di hotel Lombok Raya Mataram, Selasa (27/12/2016). Selain memberikan anugrah kepada badan publik instansi vertikal, badan publik SKPD, badan publik partai politik dan badan publik Kabupaten Kota sebagai badan publik informatif, KI NTB juga memberikan catatan penting.
“Secara keseluruhan, kualifikasi keterbukaan informasi publik di NTB masih kurang informatif, komitmen mengumumkan informasi masih rendah, yang ditandai dengan masih adanya 22 badan publik di NTB yang belum memiliki website” kata Kabid Edukasi dan Sosialisasi Informasi KI NTB, Hendriadi Jamal membacakan surat keputusan KI NTB tentang anugrah badan publik.
Selain itu, publikasi anggaran dan laporan keuangan masih rendah, dari 86 badan publik, 57 atau 66 persen badan publik yang ada di NTB, tidak mengumumkan anggaran dan laporan keuangan. Tingkat partisipasi dalam evaluasi dilakukan KI NTB juga masih sangat rendah. Dari 86 badan publik, hanya 49 yang berpartisipasi mengembalikan kuisioner, penyediaan informasi belum dilakukan satu ruangan.
“Pelayanan informasi juga belum dilakukan secara optimal, sarana prasarana belum memadai, pengelolaan informasi dan pendokumentasian masih manual.”
Untuk itulah, kata Hendri, berdasarkan temuan tersebut KI NTB merekomendasikan perlunya diselenggarakan forum evaluasi secara mendalam kepada pimpinan SKPD, perbaikan sistem pelayanan pengelolaan informasi menggunakan teknologi informasi.
“Akibat masih buruknya kualitas pelyanan informasi publik tersebut, secara nasional, pringkat NTB mengalami penurunan drastis dari empat besar menjadi sembilan” katanya.
Jurnalis: Turmuzi/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Turmuzi
Lihat juga...