KPK Pastikan Berkas Perkara Yan Anton Siap Dilimpahkan ke Pengadilan

RABU  28 DESEMBER 2016

JAKARTA—Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan bahwa berkas perkara dalam kasus dugaan suap dengan tersangka Bupati non aktif Kabupaten  Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, dinyatakan lengkap dan siap dilimpahkan ke pengadilan. Dengan demikian Yan Anton Ferdian hanya tinggal menunggu jadwal agenda persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.
Yan Anton Ferdian (Rompi Oranye) Bupati non aktif Banyuasin, saat keluar dari Gedung KPK Jakarta.
Yan Anton Ferdian tampak terlihat keluar mengenakan rompi oranye dan langsung bergegas masuk ke dalam mobil tahanan tak lama kemudian meninggalkan Gedung KPK Jakarta, Jalan Hajjah Rangkayo Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu pagi (28/12/2016). Yan Anton hingga saat ini masih menjalani masa penahanan sementara di Rumah Tahanan (Rutan) KPK sebelum nantinya dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Jakarta.
Saat keluar meninggalkan Gedung KPK Jakarta, Yan Anton Ferdian sempat mengatakan singkat “ya memang benar berkas perkara saya sudah P21,” katanya kepada wartawan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu pagi (28/12/2016).
“Berkas perkara YAF (Yan Anton Ferdian) dinyatakan lengkap oleh penyidik KPK, tak lama lagi kasus perkaranya akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor” kata Febri Diansyah, Juru Bicara KPK.
Penyidik KPK menjerat Yan Anton Ferdian dengan dugaan telah menerima uang suap sekitar 1 miliar Rupiah dari seorang pengusaha bernama Zulfikar Maharammi. Pemberian uang suap tersebut berkaitan dengan proses lelang dengan tujuan untuk memenangkan tender proyek pengadaan di Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.
Namun pada saat uang tersebut diserahkan secara langsung kepada Yan Anton, petugas KPK yang sedang mengadakan Operasi Tangkap Tangan (OTT) langsung menangkap dan mengamankan beberapa orang diantaranya Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian, kemudian Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuasin Firmansyah, Kepala Dinas Pendidikan Umar Usman dan beberapa orang lainnya.
Selain menangkap dan mengamankan beberapa orang pelaku pemberi dan penerima suap, KPK juga berhasil menyita uang tunai sebesar 1 miliar Rupiah. OTT KPK tersebut dilaksanakan pada saat Yan Anton Ferdian kebetulan sedang mengadakan syukuran bersama seusai melaksanakan ibadah Haji yang digelar di Rumah Dinas Bupati Banyuasin, Sumatera Selatan.
Jurnalis: Eko Sulestyono/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Eko Sulestyono

Lihat juga...