Laris Manis Penjual Iket Sunda Menjelang Tahun Baru

SABTU 31 DESEMBER 2016
BANDUNG—Salah seorang pedagang iket alias ikat kepala khas Sunda, Abdul Rohman (38) tampak teliti menghitung uang kembalian untuk pembeli dari dalam dompetnya. Dagangannya laris, menjelang malam pergantian tahun 2016-2017 ini.
Abdul Rohman penjual Iket Sunda di Jalan Dr.Ir. Sukarno.
Abdul warga Cigonewah, Kabupaten Bandung ini tersenyum. Tak seperti biasanya, dia sudah kantongi Rp200 ribu sekalipun baru berjualan dua jam.
“Alhamdulillah ini saja baru buka lapak dua jam sudah dapat Rp200 ribu. Penjualan di malam tahun baru ini bagus, berkah buat saya,” ujar Abdul, di Jalan Dr.Ir Sukarno, Kota Bandung, Sabtu (31/12/2016).
Dia berharap berkah ini bisa berlanjut di tahun 2017 nanti. Abdul sudah lelah setiap kali berjualan selalu diuber petugas. “Nasib menjadi Pedangang Kaki Lima (PKL),” katanya.
Cita-cita Abdul ingin punya galeri pakaian khas Sunda pribadi. Sejauh ini, dia membuka lapak jualan hanya mengandalkan momen-momen besar. Agar dapur di rumahnya tambah mengepul, dia mulai mempelajari pemasaran via online.
“Sekarang ada sih yang beli dari Bekasi, Cirebon. Saya mulai pasarkan lewat internet,” kata pria yang mulai berjualan iket pada 2011 silam ini.
Dikatakan, jenis iket yang dia jual adalah iket praktis, yaitu iket yang sudah dipaten hingga pembeli tak butuh keahlian khusus untuk memakainya. Abdul menambahkan, untuk satu iket dibanderol Rp20.000 hingga Rp45.000.
“Saya enggak ngambil di pabrik. Ini bikin sendiri sama istri di rumah, saya giliran yang menjualnya saja,” ucapnya.

Jurnalis: Rianto Nudiansyah/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Rianto Nudiansyah

Lihat juga...