Lebih dari 4 Tahun, Bandara Senggi Belum Diaktifkan

SENIN 5 DESEMBER 2016

KEEROM — Bandara Senggi dengan panjang kurang lebih 900 meter dan siap digunakan untuk meningkatkan lajunya ekonomi di Kabupaten Keerom, Papua, belum dapat digunakan lantaran masih menunggu keputusan atau ijin dari pusat melalui Gubernur Papua.
Lapter Senggi, Keerom, Papua.
Bupati Kabupaten Keerom, Celcius Watae menuturkan Bandara Senggi dengan panjang kurang lebih 900 meter tersebut sudah diajukan ke pihak provinsi Papua untuk. Hingga kini, dikatakan Watae, terdapat permohonan izin pakai bandara dari pihak penerbangan swasta.
“Bandara ini ke Gubernur masih dalam pengusulan kami. Pihak swasta sudah yang ajukan permohonan gunakan bandara itu sebagai hanggar mereka termasuk AMA, Adven dan lainnya mereka sudah ajukan. Tetapi kami belum izinkan,” kata Bupati Kabupaten Keerom, Celcius Watae, Senin (5/12/2016).
Pemerintah Keerom telah mengajukan permohonan kepada Gubernur Papua, Lukas Enembe untuk dibukanya lapangan Senggi agar ada regulasi tingkat provinsi untuk bandara ini. “Dengan dasar itu juga kami ajukan ke pusat agar bisa digunakan,” ujarnya.
Ke depan, dikatakan Watae, target awal panjang bandara Senggi 3000 meter, dengan tujuan pesawat berbadan lebar dapat mendarat, sekaligus sebagai bandara cadangan untuk Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura.
“Harapan kami segera digunakan, tapi masih dalam proses regulasi. Kalau dibuka saya yakin perekonomian disana akan semakin maju,” katanya.
Sementara Opinus salah seorang warga Senggi mengaku senang apabila Bandara Senggi sudah dibuka, lantaran bandara tersebut sudah siap digunakan. Tapi, dikatakannya, masih ada bangunan bandara yang belum seratus persen jadi.
“Itu bagus kalau dibuka, kalau  kita lewat darat dari Senggi ke Kota Jayapura bisa 5 jam lebih, itu kalau jalan kerin, kalau habis hujan jalan susah dilalui. Terus, kalau pesawat sudah ada, kan kita punya dua alternatif darat atau udara,” kata Opin sapaan akrabnya.
Bandara Senggi, Kabupaten Keerom, awalnya dibangun dengan panjang kurang lebih 500 meter sekitar  2011 lalu, dan beberapa tahun kemudian lintasannya ditambah hingga kurang lebih 900 meter. 
Bupati Keerom, Celcius Watae.
Jurnalis: Indrayadi T Hatta/Editor: Irvan Sjafari/Foyo: Indrayadi T Hatta
Lihat juga...