Lomba Kebersihan Lingkungan dan Menghiasi Pohon Natal di Nangalimang Maumere

SELASA 27 DESEMBER 2016

MAUMERE––Perayaan Natal identik dengan pohon Natal dan kandang Natal yang selalu ditemui sejak awal Desember baik di rumah penduduk, pusat perbelanjaan, perkantoran hingga sarana umum lainnya. Di Maumere, aneka lampu Natal bisa ditemui dengan mudah di depan jalan di perkampungan penduduk. Sebagian besar pohon Natal  2016 di Kota Maumere dibuat dari senar pancing berwarna putih.
Ornamen pohon Natal yang dibuat dari gelas plastik air mineral.
Sebuah batang kayu ditanam di tanah dan senar-senar diikat di ujung batang kayu lalu ditarik ke tanah berbentuk kerucut. Di sekeliling senar dililitkan aneka lampu kerlap-kerlip. Namun ada yang berbeda di kelurahan Nagalimang kecamatan Alok dimana pohon Natal dibuat lebuh unik. Ada yang berbahan dasar botol plastik air mineral, gelas minuman plastik,botol kaca, ranting pohon dan juga rak tempat meletakan telur ayam.
Botol-botol plastik bekas di cat berwarna-warni dan dipasangi lampu lalu digantung pada ranting-ranting pohon Natal. Ada juga botol-botol kaca disusun menjulang tinggi berbentuk kerucut dan di bawahnya di letakan ban-ban mobil bekas yang dicat dengan warna-warni terang.
“Rata-rata semua bahan bekas dibuat berbentuk kerucut menjulang meniru pohon cemara ikon pohon Natal,” ujar Maria Getrudis Alestri S.Tiwa,S.STP.
Lurah Nangaliman Maria Getrudis Alestri S.Tiwa,S.STP.
Lurah Nangalimang ini saat ditemui Cendana News Senin (26/12/2016)  mengatakan, ratusan pohon Natal yang terpajang di sepanjang jalan negara Trans Flores Maumere-Ende tersebut merupakan salah satu ide untuk memeriahkan Hari Raya Natal dan lomba kebersihan lingkungan di wilayah kelurahan.
“Pohon Natal ini merupakan salah satu media untuk memacu kreatifitas dan kesadaran warga agar mencintai kebersihan dan memelihara lingkungan dengan memanfaatkan bahan limbah untuk diolah menjadi sebuah karya seni,” tuturnya.
Untuk tahun 2016 beber Maria, dirinya masih menekankan pada program kebersihan lingkungan dimana  lomba kebersihan dan menghiasi pohon Natal digelar agar warga menjaga kebersihan.
Khususnya di akhir tahun dimana instensitas hujan sangat tinggi di bulan Desember sehingga saya menghimbau warga untuk selalu menjaga kebersihan dan lomba ini hanya salah satu media.
Pohon Natal ungkap ibu lurah,merupakan salah satu rangkaian dari lomba kebersihan tingkat rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW)  di kelurahan Nangalimang. Dalam lomba ini juga harus ada sinkronisasi antara kebersihan lingkungan dan pembuatan pohon Natal.
“Yang dinilai ada beberapa point dimana kebersihan, kerapihan,keindahan yang terlihat dalam lomba menghias pohon Natal  serta  kerja sama antar warga khususnya keterlibatan anak muda,” paparnya.
Kebersihan lingkungan RT dan RW yang dinilai meliputi kerapihan pagar,kerapihan dan kebersihan halaman rumah di lingkungan, kebersihan drainase dan di lorong-lorong jalan lingkungan.
Suami dari Wahyu Sihombing ini pun mengakui point penilaian dimulai dari prosesnya, kerja sama antar warga, saling merangkul, kerja sama tim yang baik termasuk proses membangun pohon natal,menghiasnya dan menjaganya.
Yang paling penting lanjut Maria, warga menjaga kebersihan lingkungan dan pohon Natalnya agar tetap indah saat penilaian akhir. Kalau sudah dihias biasanya ada kecemburuaun sosial sehingga takutnya ada persaingan tidak sehat dan ada oknum yang dengan sengaja merusak pohon Natal atau membuat kotor lingkungan.
“Biasanya ada kecemburuan sosial dan ada oknum yang ingin merusaknya namun saya melihat selama 2 minggu ini tidak ada kejadian seperti itu dan semua bersaing secara sehat, ” tuturnya.
Stefen Roli ketua RT 08 RW 03 keluarahan Nangalimang yang ditemui Cendana News sedang berbaur bersama warganya menghias pohon Natal menyebutkan, warga tertarik membuat pohon Natal sebab ada lomba kebersihan lingkungan sekaligus digabung dengan menghias pohon Natal menggunakan bahan-bahan daur ulang sehingga warga sangat antusias.
Setiap RT sebut Stefen,diwajibkan membuat pohon Natal sekaligus kandang Natalnya. Pihaknya membangun pohon Natal setinggi ± 3 meter diambil dari pohon asam, sementara hiasan lampu Natal diambil dari botol air minuman bekas dan di cat.
Atap dari kandang Natal jelasnya, memakai daun alang –alang serta di bawah kandang Natal dihiasi dengan rumput hidup  dan bunga.Butuh waktu sekitar dua  minggu membuatnya sebab warga banyak yang kerja sehingga dipilih waktu sore atau malam hari untuk mengerjakannya agar semua warga bisa terlibat.
“Kami juga swadaya kumpul uang untuk membeli lampu Natal guna menghiasi pohon Natal. Ini kegiatan baru di kelurahan kami bahkan di kabupaten Sikka dan ini sangat menarik sebab memberikan suasan berbeda serta semua warga terlibat, saling gotong royong mengerjakannya,” terang Stefen.
Proses penilaian dimulai tanggal 10 sampai 27 Desember sementara pengumuman pemenang dan pemberian hadiah lomba kebersihan dan menghias pohon Natal dilakukan tanggal 28 Desember sekaligus digabung dengan pelantikan pengurus RT dan RW baru.
Pohon Natal yang terbuat dari gelas plastik minuman bekas.
Jurnalis: Ebed de Rosary/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Ebed de Rosary

Lihat juga...