Masinton Pasaribu: Kepemimpinan Jokowi JK 2017 Tegakkan Tiga Unsur Hukum

KAMIS 29 DESEMBER 2016

JAKARTA—Dalam menegakkan hukum ada tiga unsur yang mesti diperhatikan, yakni kepastian hukum, kemanfaatan dan keadilan. Ketiga unsur tersebut harus ada kompromi yang mendapat perhatian secara proporsional dan seimbang.

Diskusi Refleksi Akhir Tahun 2016 ‘ Memperkuat Penegakkan Hukum’ di Ruang Press Room, Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, (28/12/2016).
Hal ini diungkapkan, Anggota Komisi Hukum DPR RI, Masinton Pasaribu dalam Refleksi Akhir Tahun 2016 ‘ Memperkuat Penegakkan Hukum’ di Ruang Press Room, Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, (28/12/2016).

Masinton menjelaskan, tanpa kepastian hukum, orang tidak tahu apa yang harus diperbuatnya dan akhirnya timbul keresahan. Kepastian hukum merupakan harapan bagi pencari keadilan. Karena dengan adanya kepastian hukum masyarakat akan tahu kejelasan akan hak dan kewajiban menurut hukum yang berlaku.

Sementara, keadilan hukum, kata dia, merupakan salah satu tujuan hukum yang paling banyak dibicarakan sepanjang tahun ini. Selain itu, Kemanfaatan hukum perlu diperhatikan karena semua orang mengharapkan adanya manfaat dalam pelaksanaan penegakan hukum.

“Jika kita berjalan konsisten dan memiliki tiga unsur tadi, maka aspek hukum akan berjalan adil. Dan juga mempengaruhi kondisi, baik ekonomi, keamanan dan investasi,” pungkasnya

Untuk itu, dia mengharapkan kepemimpinan Jokowi – Jusuf Kalla di tahun depan seharusnya lebih memperkuat lagi aspek penegakan hukum di Indonesia.

Dikatakan, pemerintah telah menyampaikan reformasi hukum. Hal ini harus didorong dan dilaksanakan secara konsisten, karena reformasi hukum ini menyangkut meneliti kembali, meninjau kembali aspek relokasi kemudian penguatan institusi penegakan hukum dan penguatan SDM.

Namum dirinya mengakui reformasi hukum yang digagas Presiden Jokowi masih sering mendengar istilah mafia peradilan. Hal tersebut merupakan fakta nyata dari beberapa intuisi peradilan yang tersandung kasus hukum.

“Kita harapkan penegakan hukum di tahun 2017 akan menjadi sapu untuk menyapu yang kotor kotor, Jangan terkontaminasi agar bisa membersihkan perilaku yang negatif,” tuturnya.

Jurnalis: Adista Pattisahusiwa/Editor: Irvan Sjafari/Foto; Adista Pattisahusiwa

Lihat juga...