Melebihi Kapasitas, Pengunjung Gili Trawangan Dibatasi

KAMIS 29 DESEMBER 2016

MATARAM—Selain objek wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, tiga Gili di Lombok Utara, khususnya Gili Trawangan menjadi pilihan sebagian besar wisatawan yang hendak merayakan tahun baru dan menghabiskan liburan di Pulau Lombok. Tingginya minat wisatawan berlibur dan merayakan tahun baru di Gili Trawangan, membuat tingkat hunian hotel yang ada mengalami melebihi kapasitas, termasuk rumah warga juga habis disewa.

Suasana penyebrangan menuju Gili Terawangan, Kabupaten Lombok Utara di Pelabuhan Bangsal.
“Menghindari semakin membeludaknya wisatawan dan warga masuk Gili Trawangan,  Asosiasi pengusahan dan warga setempat membatasi kunjungan warga maupun wisatawan masuk Gili Trawangan,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB, Muhammad Faozal di Mataram, Kamis (29/12/2016).

Pembatasan tersebut dilakukan dengan pengecekan identitas setiap warga yang datang, di mana bagi pengunjung yang tidak berdomisili di Gili Trawangan, sementara waktu tidak diperbolehkan masuk, termasuk wisatawan.

Kecuali masyarakat luar yang memang menjadi pekerja tetap di Gili Trawangan di sejumlah perhotelan dan rumah makan yang ada dipersilahkan. Sementara pekerja hotel tidak tetap, sementara waktu juga tidak diizinkan masuk Gili Trawangan.

“Pembatasan kunjungan dan pengecekan KTP dilakukan, selain karena over kapasitas, juga untuk alasan keamanan di kawasan Gili, terutama pada malam perayaan tahun baru 2017,” katanya.

Ditambahkan, jumlah masyarakat yang bekerja di Gili Trawangan sendiri saat ini mencapai tiga ribu orang, belum lagi ditambah wisatawan yang melakukan liburan, kalau tidak dibatasi, bisa membeludak dan hal tersebut jelas bisa mengganggu.

“Pembatasan dan pengecekan identitas pengunjng sendiri sudah diberlakukan sejak  27 Desember 2016, mana yang harus keluar, mana yang harus tetap di Gili Trawangan.”

Jurnalis: Turmuzi/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Turmuzi

Lihat juga...