Mentan: Alsintan Dibagikan Untuk Percepatan Tanam Musim Rendeng di Lampung Selatan

KAMIS 29 DESEMBER 2016

LAMPUNG—Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman membagikan sebanyak 27 unit alat dan mesin pertanian (Alsintan) terdiri dari traktor tangan (hand tractor) ukuran kecil, traktor besar dan mesin pompa air bagi sejumlah kelompok tani yang ada di Kabupaten Lampung Selatan. 

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (baju putih sebelah Kapolres Lampung Selatan Zainudin Hasan),Ketua MPR Zulkifli Hasan (baju putih dengan kacamata), Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan (baju bati dan berpeci).
Penyerahan alsintan kepada para kelompok tani (poktan) tersebut merupakan upaya Kementerian Pertanian untuk gerakan percepatan tanam musim rendeng yang mulai terjadi di wilayah Lampung. Pemberian alsintan kepada sekitar puluhan kelompok tani tersebut juga selain diberikan oleh Mentan Andi Amran Sulaiman  didampingi oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Zulkifli Hasan dan Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan.
Menurut Andi Amran Sulaiman kunjungan kerja ke Lampung Selatan merupakan upaya untuk meningkatkan produktivitas padi sawah terutama Lampung Selatan merupakan salah satu lumbung padi di Provinsi Lampung dan Lampung menjadi salah satu lumbung padi nasional. Salah satu upaya peningkatan produktivitas padi untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional tersebut diupayakan oleh Kementan.
Caranya dengan memberikan alat alat dan mesin pertanian lebih modern untuk memudahkan, mempercepat para petani mengolah lahan pertanian yang selama ini menggunakan pengolahan lahan sawah secara tradisional. Ia juga mengajak petani untuk memanfaatkan musim rendengan dengan pasokan air mencukupi untuk petani melakukan penanaman padi secara serentak.
“Pasokan air yang cukup bahkan melimpah merupakan salah satu keunggulan pertanian sawah di Lampung Selatan dan didukung oleh saluran irigasi primer dan tersier di wilayah eks Rawa Sragi dan sekitarnya maka bantuan alsintan akan semakin memudahkan petani mengolah lahan dan juga alat paska panen,“terang Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman saat memberikan bantuan alsintan kepada kelompok tani di lamban rakyat rumah dinas Bupati Lampung Selatan,Kamis pagi (29/12/2016)
Ia berharap para petani dan kelompok tani menjaga semua alsintan yang bisa dimanfaatkan oleh para petani untuk percepatan masa tanam rendengan. Alsintan yang merupakan bantuan dari pemerintah pusat tersebut merupakan alsintan yang diberikan kesekian kalinya kepada sejumlah kelompok tani sekaligus untuk proses serapan gabah (sergab) di wilayah Lampung yang ditargetkan mencapai 500 ribu ton.

Traktor besar dan traktor tangan yang diberikan kepada kelompok tani.
Seusai melakukan pemberian bantuan alsintan kepada kelompok tani di Kabupaten Lampung Selatan kunjungan kerja Mentan bersama ketua MPR dilanjutkan dengan melakukan penanaman padi perdana di areal lahan persawahan kelompok tani Sinar Harapan Desa Baktirasa Kecamatan
Sragi dengan luasan lahan tanam sekitar 250 hektar.
Gerakan tanam padi serentak dengan memanfaatkan alat tanam padi sekaligus penggunaan bibit varietas unggul di Desa Bakti Rasa Kecamatan Sragi merupakan upaya untuk mencegah penanaman
padi tidak serentak. Penanaman padi serentak tersebut selain memiliki kelebihan pola perawatan yang mudah juga akan menghambat perkembangan hama dan organisme pengganggu tanaman yang kerap dikeluhkan petani di antaranya hama wereng dan hama burung.
Penanaman serentak menggunakan mesin tanam rice transplanter menurut Amran Sulaiman sebagai
bentuk implementasi pertanian modern di Indonesia yang telah dicanangkan pada 20 Oktober tahun lalu. Dimana dengan alat tersebut bisa menghemat biaya tanam hingga 40 persen dan kecepatan penanaman mencapai 1 hektar perhari dengan hanya menggunakan 2 operator. Selain upaya pemberian bantuan mesin dan alat pertanian kementerian pertanian juga terus melakukan upaya perbaikan irigasi dan bantuan lain diantaranya bibit unggul serta penyuluhan.
Kunjungan yang juga dihadiri oleh staf khusus KSAD Brigjen TNI M.Afifudin yang juga merupakan salah satu tim serapan gabah juga didampingi oleh Dirjen Holtikultura Seputnik Sujono,tim pakar upsus Kementan Syamnetodian dan anggota komite DPD RI Anang Prihantoro.
Sebelumnya Brigjen Brigjen TNI M.Afifudin sempat mengungkapkan faktor belum tercapainya serapan gabah oleh Bulog Lampung akibat banyaknya gabah yang dipanen petani Lampung banyak yang dijual ke Pulau Jawa padahal target serapan gabah di wilayah Lampung belum tercapai.
Ia bahkan mengarahkan kepada setiap Kodim dan Koramil hingga ke tingkat babinsa ikut mengawasi dan mengawal upaya bulog Lampung dalam penyerapan gabah agar tidak dijual ke wilayah lain yang dikembalikan ke Lampung dalam bentuk beras.
Meski masa tanam musim rendeng sudah berlangsung namun menurut Edi Junaidi kepala urusan pembangunan Desa Palasaji Kecamatan Palas keberadaan dua bendungan di Way Pisang di antaranya Bendungan Simpang Kenaat Desa Sukaraja dan Di Palas Pasemah terkadang masih bisa memenuhi kebutuhan air petani setempat. Sebagian petani bahkan mengeluhkan kurangnya pasokan air saat musim kemarau sehingga harus menggunakan mesin sedot air yang mengalirkan air dengan menggunakan mesin.
“Biaya operasional untuk menyedot air saat musim kemarau sebetulnya sangat besar sehingga kami mengharapkan normalisasi sungai”ungkap Edi Junaidi.
Ia menyebut biaya per liter untuk bahan bakar mencapai Rp150.000 bahkan lebih. sementara untuk upah Rp25.000 per jam bahkan sekali masa persiapan pengolahan sawah bisa menghabiskan biaya operasional sekitar Rp8juta per hektar belum lagi kesluitan petani akan air yang sulit sehingga kebutuhan akan petani untuk saluran air sangat mendesak dengan pasokan air yang sulit di musim kemarau. Selain itu warga juga mengharapkan normalisasi sungai akibat endapan yang mengakibatkan pendakalan di wilayah Desa Kuningan hingga Palas Pasemah yang berakibat aliran Sungai Way Pisang terhambat.
Jurnalis: Henk Widi/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Henk Widi
Lihat juga...