Meski Tidak Menarik Retribusi, Dinas Pasar Tetap Angkut Sampah Pedagang

RABU, 28 DESEMBER 2016

MALANG — Menanggapi masalah penghentian pungutan retribusi sampah di pasar Merjosari yang berakibat menumpuknya sampah yang tidak diangkut oleh Dinas Pasar kota Malang selama tujuh hari, Wahyu Setyo Santoso Kepala Dinas Pasar mengatakan, hal tersebut dilakukan akibat telah dicabutnya Peraturan Walikota Malang mengenai penetapan pasar Merjosari sebaggai pasar penampungan.[baca: Pedagang Minta Merjosari Segera Dilegalkan Sebagai Pasar Tradisional]
Wahyu Setyo Santoso
“Terkait masalah penghentian retribusi sampah di pasar Merjosari, sebenarnya itu per tanggal 30 September harus sudah dihentikan karena pasar itu sekarang adalah pasar ilegal. Karena Peraturan Wali Kota yang menyatakan bahwa pasar tersebut sebagai tempat penampungan sementara sudah dicabut,” jelasnya, Rabu (28/12/2016). 
“Namun karena kita masih menunggu hingga kondisi kondusif, akhirnya baru tanggal 20 Desember kemarin kita hentikan retribusinya,”sambungnya.
Disebutkan, jika tetap memungut retribusi kepada pedagang, pihaknya yang akan disalahkan karena pasar itu sudah ilegal.
“Tetapi berdasarkan pertimbangan lingkungan, mulai kemarin sampah yang sudah menumpuk selama tujuh hari tersebut akhirnya kita angkut,” terangnya.
Jangan sampai nanti ada konflik antara pemerintah kota Malang dalam hal ini Dinas Pasar dengan dengan warga Merjosari ataupun pengguna jalan yang melewati lokasi tersebut.
” Dan Insha Allah ke depannya sampah yang ada di pasar Merjosari tetap akan kita angkut, meskipun retribusi tidak kita pungut. Hal tersebut dilakukan agar tidak terjadi pencemaran lingkungan akibat menumpuknya sampah,”ucapnya.
Sementara itu, Wahyu juga mengaku akan tetap mengimbau para pedagang untuk segera pindah dan menempati pasar Dinoyo yang telah selesai direnovasi.
“Kalau para pedagang ini tidak segera pindah ke pasar Dinoyo, dikhawatirkan pihak kedua atau investor akan menuntut pihak pertama yakni Pemerintah Kota Malang,” akunya.

Jurnalis : Agus Nurchaliq / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Agus Nurchaliq

Lihat juga...