Pasca Cuaca Buruk, Tangkapan Ikan Hasil Nelayan di Sumenep Minim

RABU 28 DESEMBER 2016
SUMENEP—Pasca kondisi cuaca buruk di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, aktivitas nelayan daerah setempat sudah kembali normal.  Sayangnya hasil tangkapan ikan yang diperoleh sangat minim. Akibatnya para nelayan tersebut mengalami kerugian akibat biaya operasional yang dikeluarkan tidak sebanding dengan hasil pendapatan yang diperoleh.
Suasana nelayan usai melaut.
Bermata pencaharian sebagai nelayan merupakan satu-satunya jalan untuk bisa mendapatkan sebuah penghasilan dalam memenuhi kebutuhan hidup bersama keluarganya, tetapi bila keberuntungan tidak berpihak pada mereka, maka ia hanya dapat menanggung kerugian selama bekerja ke tengah laut. Sehingga hasil yang dibawa pulang belum memenuhi modal yang telah dikeluarkan untuk biaya melaut.

“Sudah beberapa hari kondisi cuaca mulai normal, tetapi hasil tangkapan ikan yang diperoleh nelayan sangat sedikit. Namun mau bagaimana lagi kan namanya berusaha, ya harus kami terima meski ikannya dapat sedikit, karena kalau banyak sedikitnya ikan itu tidak bisa di prediksi,” kata Moh. Rafik (34) salah seorang nelayan di Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep, Rabu (28/12/2016).

Disebutkan, bahwa sejak kondisi cuaca mulai membaik, para nelayan hanya bisa berharap dalam aktivitas melakukan penangkapan ikan mendapatkan hasil yang melimpah. Dari hasil tersebut nantinya akan dapat memenuhi kebutuhan hidup bersama keluarganya. Karena pekerjaan mencari ikan merupakan jalan terbaik bagi mereka agar bisa mendapatkan penghasilan dengan kondisi mereka yang minim keterampilan.

“Ya, kalau nelayan hanya berharap melimpahnya perolehan tangkapan ikan saat melaut, sebab itu jalan yang bisa memenuhi kebutuhan keluarga. Semoga saja kedepan hasil tangkapan ikan bisa semakin melimpah,” jelasnya.

Dalam melakukan aktivitas melaut, nelayan membutuhkan biaya lumayan besar, maka apabila hasil tangkapan yang diperoleh sedikit, secara otomatis mereka akan memiliki hutang terhadap juragan yang telah menalangi biaya operasional. Kemudian untuk melakukan penangnapan ikan selanjutnya mereka kembali dibiayai oleh sang juragan, apabila beruntung dan hasil tangkapannya melimpah, hutang yang sejak awal bekerja akan terlunasi dengan sendirinya.

Jurnalis: M. Fahrul/Editor: Irvan Sjafari/Foto: M.Fahrul
 

Lihat juga...