Pelabuhan Bakauheni Berbenah Menjadi Pelabuhan Premium

RABU 28 DESEMBER 2016

LAMPUNG—Proses pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) dari titik nol tepat di dermaga III pelabuhan Bakauheni Lampung menjadi pembangunan terintegrasi untuk kelancaran arus distribusi dan transportasi. Pengembangan JTTS dan terintegrasi ke Pelabuhan Bakauheni tersebut hingga kini tengah dikebut dengan pengembangan dermaga VII yang semula merupakan pelabuhan plengsengan di dekat Dermaga I dan dikerjakan oleh PT Pembangunan Perumahan (PP) dengan proses penimbunan sebagian areal yang akan digunakan sebagai dermaga.
Aktivitas kapal Roro di Pelabuhan Bakauheni Lampung.
Perkembangan sementara menurut Eddy Hermawan, General Manager PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Bakauheni saat ini proses penimbunan masih tetap dilakukan sambil menunggu beberapa proses lanjutan. Hal tersebut sekaligus mendukung rencana pemberlakuan Pelabuhan Merak menjadi pelabuhan premium dikhususkan untuk kendaraan pribadi atau golongan IV dan pejalan kaki.
Eddy Hermawan, mantan Direktur Keuangan di PT ASDP pusat tersebut mengungkapkan otomatis dengan adanya rencana pemberlakukan Pelabuhan Merak Banten menjadi pelabuhan premium maka Pelabuhan Bakauheni juga terus melakukan pembenahan. Pembenahan tersebut merupakan upaya yang dilakukan PT ASDP cabang Bakauheni untuk menambah fasilitas dermaga sesuai dengan sistem terintegrasi Tol Sumatera dengan Selat Sunda melalui transportasi kapal Roll on Roll Off (Roro).
“Karena Pelabuhan Bakauheni dan Pelabuhan Merak berpasangan maka otomatis jika Pelabuhan Merak diberlakukan premium Bakauheni pun demikian, beberapa pembenahan terus dilakukan mulai dari penerapan tiket hingga penambahan dermaga,”ungkap Eddy Hermawan, General Manager PT ASDP cabang Bakauheni saat dikonfirmasi Cendana News, Rabu (28/12/2016).
Penerapan pola pengembangan pelabuhan yang sudah dijalankan hampir selama satu tahun di Pelabuhan Bakauheni diantaranya penerapan tiket elektronik (e-ticketing), pemberlakuan zonasi serta tingkat keamanan pelabuhan yang semakin terjamin. Hal tersebut ungkap Eddy Hermawan menjadi salah satu upaya menyiapkan rencana direksi pusat untuk pengembangan Pelabuhan Bakauheni menjadi pelabuhan premium pada 2018 sebelum pelaksanaan gelaran Asian Games 2018 di Palembang Sumatera Selatan.
General Manager PT ASDP Cabang Bakauheni Eddy Hermawan.
Wacana peningkatan status pelabuhan Merak dan Bakauheni menjadi pelabuhan premium tersebut ungkap Eddy Hermawan semakin santer setelah Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengunjungi pelabuhan Merak pada (26/12) untuk memantau persiapan kedua pelabuhan dalam pembangunan dermaga VI Merak dan memantau angkutan Natal 2016 dan Tahun Baru 2017.
Terintegrasinya JTTS dengan pelabuhan Bakauheni yang akan menjadi pelabuhan premium juga dengan mulai dibangunnya pier head (besi penopang) di pintu keluar pelabuhan untuk akses masuk kendaraan dari tol Sumatera yang akan menyeberang menggunakan kapal Roro menuju Pulau Jawa. Meski demikian ia mengaku kapan kepastian pelaksanaan pelabuhan premium tersebut sebab keputusan pemberlakuan menjadi wewenang direksi pusat ASDP yang hingga saat ini menurut Eddy Hermawan masih dalam tahap wacana.
Pemberlakuan pelabuhan premium tersebut salah satu tujuannya untuk memberi kelancaran bagi kendaraan jenis pribadi atau golongan IV dan penerapan tiket elektronik di pelabuhan. Selain itu penjualan tiket yang telah dikelola oleh PT Mata Pencil Globalindo telah berjalan dengan sistem elektronik sehingga setiap golongan kendaraan yang akan membeli tiket akan terbaca secara elektronik sekaligus mencatat data data kendaraan yang melintas. Manifes penumpang, data nomor kendaraan, asal kendaraan terpantau melalui closed circuit television (CCTV).
Penumpang pejalan kaki di pelabuhan Bakauheni turun dari kapal.
Hingga saat ini proses pembanguanan dermaga VII sebagai pelengkap enam dermaga lain satu di antaranya dermaga infinity yang terletak di dermaga IV terus berlangsung. Proses pembangunan Dermaga VI di Pelabuhan Merak berdasarkan pantauan Cendana News saat ini terus dikebut sehingga dipastikan akan selesai pada Februari 2017. Sementara proses pembangunan dermaga VI di Merak dan dermaga VII di Bakauheni hingga kini terus dikerjakan tanpa mengganggu proses pelayaran di lintasan Selat Sunda.
Volume angkutan libur panjang Natal 2016 dan Tahun Baru berdasarkan data yang dihimpun melalui posko angkutan Natal dan Tahun Baru menurut Eddy Hermawan mengalami tren penurunan dibanding tahun lalu. Hal tersebut diakui oleh Eddy Hermawan akibat liburan panjang kali ini arus kedatangan penumpang terjadi secara menyebar tidak  pada hari yang sama terutama dikalangan pekerja, pelajar serta masyarakat umum yang bekerja secara wiraswasta tanpa terikat waktu kerja.
Berdasarkan data posko angkutan Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 ia menerangkan saat ini jumlah penumpang pejalan kaki yang sudah diseberangkan dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak mencapai jumlah 65.000 orang,lebih kecil dibandingkan tahun lalu dihari yang sama dengan jumlah 76.000 penumpang pejalan kaki. Sementara kendaraan roda dua di hari yang sama mencapai 7.000 unit kendaraan sementara di tahun 2015 kendaraan roda dua yang diseberangkan mencapai jumlah 13.000 unit. Sementara kendaraan roda empat khusus pribadi mencapai jumlah 32.000 unit dan ditahun lalu bisa mencapai 35.000 unit. Sementara tren penurunan juga terjadi pada arus kendaraan truk di tahun lalu mencapai 62.000 unit, tahun ini ASDP Bakauheni hanya menyeberangkan sebanyak 56.000 unit.
“Trennya menurun dibandingkan tahun lalu karena liburan kali ini sebagian mungkin berlibur ke beberapa kota di Pulau Jawa sementara saat liburan Idul Fitri banyak yang pulang ke Sumatera,”ungkap Eddy Hermawan.
Aktivitas dermaga.
Meski mengalami tren penurunan namun Eddy Hermawan mengakui liburan panjang yang akan berkahir pada (1/1/2017) sebagian masyarakat akan kembali masuk kerja, masuk sekolah pada tanggal (3/1/2017) sehingga prediksi kepadatan arus balik liburan akan terjadi pada (2/1/2017) mendatang. Antisipasi yang dilakukan oleh PT ASDP cabang Bakauheni di antaranya menyediakan  sebanyak 5 loket yang bisa dipindah (portable) dari semula sebanyak 10 loket tiket penjualan tiket penumpang pejalan kaki, sementara itu tambahan loket tiket untuk kendaraan sebanyak 7 loket sehingga total mencapai sebanyak 14 loket pembelian tiket kendaraan roda dua dan roda empat.
“Khusus untuk tiket pengendara kendaraan roda dua akan kita siapkan tenda khusus agar pengendara tidak mengalami kepanasan atau kehujanan dan juga disediakan kipas angin,” ungkap Eddy Hermawan.
Loby tiket penjualan tiket pejalan kaki yang cukup besar dan biasanya pada tahun sebelumnya dilengkapi kipas angin kini sudah tak disiapkan karena ada fasilitas air conditioner (AC) untuk memberi nyaman penumpang. Mencegah antrian cukup panjang kebijakan pembelian tiket dapat dilakukan secara berombongan untuk mencegah antrian panjang di lobi pembelian tiket pejalan kaki. Meski diprediksi mengalami peningkatan namun ia mengaku sudah berkoordinasi dengan kepolisian yang masih melakukan Operasi Lilin Krakatau 2016, Gapasdap serta berbagai pihak untuk pelayanan arus liburan.
Jurnalis: Henk Widi/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Henk Widi
Lihat juga...