Pembangunan Jembatan Layang Rapak Balikpapan Tunggu APBD Perubahan 2017

JUMAT, 30 DESEMBER 2016

BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan mengharapkan pembangunan jembatan layang atau fly over di kawasan Muara Rapak dapat terealisasi pada anggaran perubahan 2017. Hal pastinya perlu dukungan semua pihak mengingat jalan tersebut merupakan jalan nasional.

Kecelakaan truk kontainer di turunan Rapak kembali terjadi Jumat pagi.

Pada Jumat pagi (30/12/2016) kembali terjadi kecelakaan satu truk kontainer menabrak pagar pembatas sisi kiri. Dalam kecelakaan itu tidak ada korban jiwa dan hanya menabrak pagar besi pembatas.

Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi, mengungkapkan, pembangunan fly over menjadi solusi satu-satunya agar di perempatan Rapak itu tidak terjadi kecelakaan lagi khususnya truk kontainer. “Kita akan coba dan perjuangkan di APBD Perubahan 2017. Kalau penataan kan sangat terbatas,” ucapnya usai menghadiri Paripurna Penetapan APBD 2017, Jumat (30/12/2016).

Pemerintah kota sudah membuat DED fly over dengan nilai Rp180 miliar pada 2011 dan 2014 lalu melonjak harganya menjadi Rp 240 miliar. Lanjut Rizal, upaya merealisasikan pembangunan jalan tersebut akan terus diupayakan ke provinsi dan pusat.

“Kecelakaan yang terjadi di turunan Rapak pada pagi tadi karena keberatan sehingga kopling rem slip kendaraan lari ke sisi jalan. Jadi bukan dari kilo ke kota tapi dari bawah ke atas,” beber Kadishub Balikpapan, Sudirman Djayaleksana.

Pihaknya telah mengecek kelayakan kendaraan dan KIR kendaraan tersebut ternyata kendaraan berplat Balikpapan itu tidak pernah uji KIR di Balikpapan.

“Setelah ini kita akan koordinasi dengan pengelola pelabuhan. Kami minta yang angkut kontainer tidak di kota atau Pelabuhan Semayang, tapi di Pelabuhan Kariangau,” demikian tutup Sudirman.

Jurnalis: Ferry Cahyanti / Editor: Satmoko / Foto: Ferry Cahyanti

Lihat juga...