Pendakian Rinjani Ditutup Januari Sampai Maret 2017

JUMAT 30 DESEMBER 2016

MATARAM– Selama Januari sampai Maret 2017 pendakian Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Nusa Tenggara Barat (NTB) akan ditutup Balai TNGR.

Gunung Rinjani dari kejauhan nampak diselimuti kabut.
“Penutupan tersebut dilakukan selain untuk pemulihan ekosistem berupa kegiatan pembersihan kawasan TNGR dari sampah. Penutupan juga terkait cuaca ekstrim yang dinilai sangat membahayakan wisatawan melakukan proses pendakian,” kata Kepala Balai TNGR NTB, Agus Budi Santoso di Mataram, Jum’at (30/12/2016).

Selain itu, kondisi cuaca pada tahun ini berdasarkan pengamatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), prilakunya juga agak berbeda dengan musim hujan tahun lalu.

Perubahan prilaku klimatologi tersebut berpotensi terjadinya hujan lebat disertai dengan angin kencang yang sangat membahayakan aktivitas pendakian dan kita tidak mau mengambil resiko.

“Untuk itulah selama tiga bulan tersebut, Rinjani akan disterilkan dari aktivitas pendakian, baru pada bulan April, pendakian akan kembali dibuka.”

Untuk mencegah adanya wisatawan melakukan pendakian secara ilegal, TNGR sendiri akan memperketat pengawasan dengan menempatkan sejumlah petugas di setiap pintu masuk, termasuk pintu masuk ilegal.

Agus mengatakan, untuk pintu masuk kawasan TNGR resmi sendiri ada di Senaru dan Sembalun, sementara jalur tikus atau pintu masuk ilegal jumlahnya mencapai 36 jalur.

“Yang jelas selma tiga bulan tersebut, pengawasan akan diperketat dan kalau sampai ada yang kedapatan nekad melkukan pendakian, maka akan kita tangkap, ini dilakukan juga demi keamanan dan keselamatan wisatawan” katanya.

Jurnalis: Turmuzi/editor: Irvan Sjafari/Foto: Turmuzi

Lihat juga...