Penjualan Rumah Bersubsidi Diprediksi Melonjak

JUMAT, 16 DESEMBER 2016
 

BANJARMASIN — Direktur Utama PT Pusat Pengelolaan Dana Pembiyaan Perumahan pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Budi Hartono, optimistis penjualan rumah bersubsidi tetap stabil pada 2017 di tengah fluktuasi pertumbuhan ekonomi nasional. Budi berasumsi, rumah bersubsidi skala menengah ke bawah merupakan kebutuhan pokok masyarakat.

Pengunjung antusias mencari informasi tentang rumah murah dalam pameran rumah bersubsidi di Banjarmasin.

Menurut Budi, fluktuasi perekonomian justru berdampak terhadap penjualan rumah kelas menengah ke atas.

“Ada kemungkinan capaiannya rendah. Kalau rumah menengah ke bawah, saya pikir tetap stabil dan cenderung meningkat tahun 2017,” ujar Budi Hartono, usai membuka pameran rumah murah di Duta Mall, Kota Banjarmasin, Jumat (16/12/2016).

Budi berkaca dari alokasi anggaran rumah bersubsidi yang terus meningkat setiap tahun. Pada 2015, Budi mencontohkan, pemerintah mengalokasikan dana FLPP sebesar Rp 5,1 triliun untuk menopang penjualan 100 ribu unit rumah bersubsidi. Alokasi dana FLPP lantas melonjak ke angka Rp 9,2 triliun untuk mendanai pembangunan 100 ribu unit rumah pada 2016. Ada pun tahun 2017, perseroan sudah menyiapkan anggaran Rp 9,7 triliun untuk pendanaan 125 ribu unit rumah.

Direktur Utama PT PPDPP, Budi Hartono (dua dari kiri) dan Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina (dua dari kanan) saat konferensi pers di lokasi pameran rumah murah.

“Pada praktiknya, unit yang terjual pasti melebihi target. Kebutuhan setiap tahun 800 ribu rumah dan pengembang hanya bisa menyiapkan 400 ribu unit,” ujar dia. Mengutip data penjualan rumah murah periode 2010-2015, Budi menyatakan, angka serapan FLPP menyentuh 485 ribu unit rumah atau setara Rp 27 triliun.
                                        
Lima provinsi dengan serapan rumah murah terbanyak terdiri atas Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Kalimantan Selatan.

“Tahun ini bahkan sudah terserap 100 ribu unit lebih, karena ada kewajiban membayar realisasi terutang tahun 2014 dan 2015. Tahun 2015 memang luar biasa,” Budi menambahkan.

Itu sebabnya, Budi berharap pameran rumah murah di penghujung tahun 2016 bisa berkontribusi menyerap penjualan rumah pada 2017. Pameran rumah murah di Banjarmasin diikuti 68 pengembang dan 6 perbankan. Budi optimistis, sedikitnya 500 unit rumah ludes terjual selama lima hari pameran pada 16-20 Desember 2016.

Budi mengungkapkan, realisasi pembangunan rumah murah sementara menyentuh 785 ribu unit dari target 1 juta unit pada 2016. Ia yakin bisa memenuhi target itu dalam tempo dua pekan ke depan.

“Itu kan data hingga November lalu. Kami minta pengembang dan masyarakat yang bangun rumah sendiri segera mempercepat pembangunannya,” ujar Budi. 

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, mengatakan, Kota Banjarmasin termasuk salah satu pusat pertumbuhan ekonomi terbesar di Pulau Kalimantan. Ibnu berharap, pemerintah pusat terus menyediakan rumah murah layak huni sekaligus menyerap banyak tenaga kerja lokal.

“Pengembang juga harus menyediakan sarana publik, akses jalan, infrastruktur listrik, dan air,” kata Ibnu Sina.

Jurnalis: Diananta P. Sumedi / Editor: Satmoko / Foto: Diananta P. Sumedi

Lihat juga...