Perbaikan Jalan Beri Keuntungan Pedagang di Pasar Ikan Higienis Kalianda

JUMAT, 30 DESEMBER 2016

LAMPUNG — Perbaikan jalan dengan kualitas hotmix di sepanjang areal dermaga Bom Kalianda Kabupaten Lampung Selatan berdampak positif bagi perkembangan kawasan wisata kuliner bom. Selain itu dampak positif diakui dirasakan para pedagang ikan di pasar higienis dermaga bom Kalianda karena warga semakin banyak yang berkunjung ke kawasan tersebut. 
Pasar ikan higienis di area dermaga bom Kalianda
Sebelumnya kondisi jalan menuju areal kuliner dermaga bom Kalianda yang juga menjadi tempat pendaratan ikan (TPI), pusat pelelangan ikan serta pasar higienis dan lokasi wisata tersebut mengalami kerusakan sehingga sering mengakibatkan kemacetan karena kondisi jalan berlubang dan penuh dengan kubangan air. Proses perbaikan dalam kurun beberapa bulan dengan sebagian masih dalam tahap penyelesaian di akhir Desember ini bahkan telah dirasakan manfaatnya oleh sejumlah pedagang ikan.
Santi (35) mengungkapkan, volume kedatangan masyarakat untuk berbelanja di pasar higienis Kalianda meningkat semenjak berbagai perbaikan dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Lampung Selatan. Sebelumnya ia mengaku pasar higienis ikan Kalianda kerap sepi pembeli karena akses jalan menuju ke pasar higienis rusak dan membuat masyarkat enggan berkunjung. Perbaikan dari pintu masuk hingga ke lokasi dermaga dengan semua jalan aspal lengkap dengan trotoar yang berfungsi sebagai jogging track bahkan semakin menjadi magnet bagi masyarakat sekitar.
“Kami setiap hari berjualan di sini tapi sebelumnya jalannya becek dan kerap macet namun saat ini kondisi jalan sudah membaki sehingga pengunjung ke pasar higienis meningkat dari hari ke hari untuk membeli ikan terutama menjelang tahun baru,”ungkap Santi saat dikonfirmasi Cendana News, Jukat pagi (30/12/2016).
Ia mengakui pasar higienis Kalianda di pusat pendaratan ikan dermaga bom Kalianda memiliki ukuran 20×20 meter dengan puluhan lapak yang digunakan para pedagang ikan. Setelah proses pelelangan ikan sebagian pedagang menjual ikan hasil lelang bagi masyarakat di pasar higienis tersebut setelah sebelumnya menjual ikan dengan menggunakan tenda. Sekitar 33 pedagang yang berjualan ikan berbagai jenis bahkan memiliki perkumpulan yang sebagian besar merupakan pedagang ikan untuk memudahkan pemenuhan akan balok es serta kemudahan permodalan.
Kondisi pembenahan trotoar dan beberapa lampu serta tugu tuping
Berbagai jenis ikan yang dijual dengan kondisi segar diantaranya jenis ikan Bandeng, Salem, Kampak, Tongkol, Udang, rajungan, Kepiting, Tuna serta berbagai jenis ikan hasil tangkapan nelayan Kalianda. Pedagang mulai melakukan transaksi sejak pagi hari hingga sore hari sebagian melayani pembeli yang akan mengolah ikan secara langsung atau membeli untuk pembuatan bahan makanan jenis otak otak, mpek mpek serta bakso ikan. Khusus untuk ikan yang akan dijadikan olahan makanan beberapa pedagang menyiapkan gilingan daging ikan di lokasi pasar tersebut.
Menjelang tahun baru permintaan akan sejumlah ikan diakui pedagang lain, Sumini (45) mulai mengalami peningkatan. Harga ikan juga mulai membaik pada tingkat pedagang dengan okan Tengkurungan semula Rp16.000 menjadi Rp18.000 per kilogram, Ikan Salem dari semula Rp19.000 menjadi Rp21.000 per kilogram, sementara jenis rajungan biasanya Rp50.000 per kilogram menjadi Rp55.000 per kilogram serta berbagai jenis ikan lain. Selain harga ikan yang mulai membaik dan memberikan keuntungan bagi pedagang ikan permintaan ikan yang tinggi menjelang tahun baru sekaligus menjadi sisi positif dalam pengembangan kawasan wisata kuliner di dermaga Boom Kalianda.
Selain dikembangkan sebagai kawasan pemjualan ikan higienis yang berada di bawah pengawasan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) pengelolaan wisata kuliner dermagan Bom Kalianda oleh Dinas Pariwisata Seni dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Selatan terus dilakukan. Beberapa area jogging track yang sedang dalam tahap penyelesaian melengkapi area Amphiteater yang selama ini sudah sering menjadi rujukan bagi warga yang berkunjung terutama pada akhir pekan. Lampu lampu hias yang dilengkapi dengan trotoar artistik menghadap ke lautan lepas semakin menambah keindahan yang menarik bagi masyarakat.
“Semakin menarik beberapa fasilitas di sini sehingga banyak warga yang berkunjung terutama pada sore hari untuk melihat matahari terbenam,”ungkap Aini salah satu pedagang kuliner di dermaga bom Kalianda.
Dinas Kelautan dan Perikanan yang bersinergi dengan Dinas Pariwisata bahkan membuat warung warung untuk menjual kuliner berbahan ikan laut diantaranya otak otak ikan, bakso ikan serta ikan bakar. Sementara penambahan ornamen khas Lampung diantaranya tugu Tuping yang semula didirikan di dekat tugu Adipura kini dipindahkan ke area dermaga Boom Kalianda mendampingi payung payung raksasa serta trotoar menarik yang dilengkapi dengan lampu lampu hias.
Bupati Lampung Selatan, Zainudin Hasan bahkan telah melakukan peninjauan langsung infrastruktur jalan hotmix di area dermaga Bom Kalianda tersebut. Ia mengaku dengan anggaran sekitar Rp1.787 milyar bisa semakin meningkatkan jumlah kunjungan ke area dermaga bom Kalianda yang memiliki fasilitas temoat wisata, tempat pelelangan ikan serta pasar higienis. Pembangunan jalan hotmix yang menggunakan anggaran cukup besar tersebut diharapkan bisa dijaga dengan baik oleh masyarakat.
Jalan hotmix akses masuk ke dermaga Bom Kalianda
Selain pembangunan jalan hotmix, beberapa penambahan fasilitas lain menurut Zainudin Hasan diantaranya pembuatan bangku taman, pemasangan 10 unit lampu tenaga surya (sollar cell) di sekitar dermaga bom, pembuatan jalan tepian atau trotoar menggunakan batu sikat di sekeliling kawasan wisata kuliner Kalianda.

Jurnalis : Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Henk Widi

Lihat juga...