PMKRI Maumere Mengutuk Tindakan yang Ingin Memecah Belah Agama

SELASA 27 DESEMBER 2016

MAUEMERE—Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Maumere Santo Thomas Morus mengutuk tindakan yang tercium memecah belahkan agama dan menelanjangi kebhinekaan di negeri ini.
Ketua Presidium PMKRI Cabang Maumere Santo Thomas Morus Martinus Laga Muli.
Dalam pernyataan sikapnya  yang diterima Cendana News, Selasa (27/12/2016) PMKRI Maumere menyatakan mendukung langkah yang di ambil oleh Pengurus Pusat PMKRI Santo Thomas Aquinas terkait laporan ke Polda Metro Jaya.
Laporan polisi tersebut dilakukan terkait kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Habib Muhammad Rizieq Shihab ketua Front Pembela Islam (FPI) dalam sebuah ceramahnya.
“Kami pun meminta dengan sangat rendah hati kepada pihak yang berwajib untuk mengusut tuntas kasus ini secara profesional dan melalui jalur hukum seadil-adilnya,” tegas Martinus Laga Muli.
Ketua Presidium PMKRI cabang Maumere ini menyatakan bahwa apa yang telah diucapkan Habib Rizieq dengan tahu dan mau bahkan sadar dimana ia telah melecehkan harkat dan martabat manusia.
“PMKRI Maumere menilai bahwa Habib Riziek bukanlah seorang yang berketuhanan Yang Maha Esa, dan sangat menodai nilai-nilai Pancasila,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Habib Muhammad Rizieq Shihab pimpinan FPI dilaporkan berdasarkan video ceramahnya yang dinilai menyinggung kelompok tertentu.Ketua Presidium Pengurus Pusat PMKRI, Angelo Wake Kako, mengatakan video tersebut telah tersebar luas di Twitter dan Instagram.
Jurnalis: Ebed de Rosary/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Ebed de Rosary

Lihat juga...