Polres Karanganyer Sebut Angka Lakalantas Meningkat 40 Persen

KAMIS, 29 DESEMBER 2016

SOLO — Data Polres Karanganyar menyebutkan, angka kecelakaan selama 2016 dengan 2015 mengalami kenaikan yang cukup signifikan, yakni mencapai 40 persen. Ironisnya, kenaikan angka kecelakaan lalu lintas ini juga berakibatnya nyawa melayang sia-sia di jalan. 
Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak dalam menyampaikan evaluasi kinerja selama setahun
“Setelah kita evaluasi selama satu tahun, ternyata angka kecelakaan lalu lintas di Karanganyar memang ada kenaikan. Bahkan cukup besar naiknya jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” papar Kapolres Karangayar AKBP, Ade Safri Simanjutak dalam gelar perkara evaluasi kinerja Polres selama 2016, Kamis (29/12/2016).
  
Jumlah kecelakaan di Karanganyar  selama 2016 mencapai  985 kasus, sementara pada 2015 terdapat 669 kasus. Yang menjadi keprihatinan Kapolres adalah korban kecelakaan itu sebagian besar merupakan karyawan swasta.
Selama setahun, terdapat 1.286 karyawan swasta yang terlibat kecelakaan lalu lintas, disusul pelajar/mahasiswa 405 orang, TNS/Polri-TNI 60 orang, Sopir 14 orang dan lain-lain tujuh orang. 
“Sedangkan untuk tipe jalan yang menjadi lokasi kecelakaan adalah sebagian besar di jalur alternatif. Artinya justru bukan jalur utama. Dan kecelakaan banyak terjadi di jam-jam padat, seperti berangkat kerja maupun sekolah bagi pelajar dan mahasiswa,” terang Ade.
Lebih lanjut Kapolres menyebutkan, jenis tabrakan yang terjadi  merupakan tabrakan samping, dapat diartikan tingkat kehati-hatian dari pengendara kurang. Pihaknya menduga, banyaknya kelalain saat berkendaraan  menjadi awal dari kecelakaan yang banyak terjadi. 
“Dimungkinkan, di jam-jam waktu berangkat kerja, sekolah inikan jalurnya ramai. Jika tidak bisa mengontrol laju kendaraan, banyak kemungkinan kecelakaan terjadi. Ini  yang harus dibenahi,” tekan Kapolres. 
Meningkatnya angka kecelakaan lalulintas yang terjadi juga berakibat tingginya korban jiwa yang meninggal dunia. Selama 2015,  terdapat 11 korban meninggal dunia akibat lakalantas, sedangkan di 2016  naik menjadi 28 kasus. 
“Tingkat kerugian material juga meningkat dari Rp 331.550.000 naik menjadi Rp 499.650.000,” imbuhnya. 
Data Lakalantas berdasarkan Profesi
Guna menekan angka kecelakaan lalu lintas, AKBP Ade Safri Simanjuntak menghimbau untuk pengendara meningkatkan kewaspadaan dalam berkendaraan. Terlebih bagi karyawan swasta maupun pelajar agar lebih bisa memanag  waktu agar tidak terburu-buru saat berkendaraan. 
“Sayangi nyawa anda, jika tidak ingin tergesa-gesa berangkatlah lebih pagi.  Ingat ada keluarga yang selalu menunggu kita di rumah,” pesan Kapolres. 

Jurnalis : Harun Alrosid / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Harun Alrosid

Lihat juga...