Puluhan Mahasiswa Pertanyakan Kinerja DPRD Sumenep

KAMIS, 29 DESEMBER 2016

SUMENEP —Puluhan mahasiswa di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) daerah setempat pada hari Kamis (29/12/2016). Mereka menilai kinerja para wakil rakyat selama ini masih mengecewakan, karena sepanjang tahun ini masih banyak janji-janji yang dilontarkan tak kunjung terealisasi.

Mahasiswa Saat Sedang Ditemui Ketua DPRD Sumenep.

Sepanjang 2016 kinerja para wakil rakyat di ujung timur Pulau Madura ini terkesan cenderung tidak berhasil, pasalnya dalam kurun waktu satu tahun hanya mampu menyelesaikan 10 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang disahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda). Padahal mereka merencanakan menyelesaikan Raperda sebanyak 24, sehingga sampai akhir tahun rupanya masih tersisa 14 Raperda yang belum menjadi Perda.

“Kami sebagai masyarakat merasa kecewa atas kinerja Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) ini. Karena janji yang telah digembar-gemborkan selama ini tidak sesuai dengan kenyataan yang ada, sehingga kinerja para wakil rakyat tersebut patut dipertanyakan,” kata Mahfud Amin, Kordinator Aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kabupaten Sumenep, Kamis (29/12/2016).

Disebutkan, bahwa dengan banyaknya Raperda yang tidak selesai membuat kalangan masyarakat mempertanyakan atas kinerja wakil rakyat sepertinya setengah hati dalam menjalankan tugas dan fungsinya, apalagi ditambah banyaknya kunjungan yang sama sekali belum ditunjukkan kepada masyarakat. Bahkan pendemo semakin kecewa ketika pihak DPRD diajak untuk menyatukan komitmen dan menyampaikan kegagalannya di depan mahasiswa.

“Ini sangat mengecewakan ketika ketua dewan yang menemui mahasiswa diajak alasan apa yang menjadi penyebab banyak gagalnya Raperda tersebut, sayangnya tidak mau. Padahal mereka dipilih oleh rakyat, semestinya harus bertanggungjawab kepada rakyat,” jelasnya.

Sementara Herman Dali Kusuma, Ketua DPRD Kabupaten Sumenep mengakui, bahwa memang sampai sekarang masih banyak Raperda yang belum selesai sesuai target, pasalnya pekerjaan wakil rakyat tersebut tidak hanya fokus pada Raperda saja, melainkan juga banyak pekerjaan lain yang harus di selsaikan.  Oleh karena itu, pihaknya mempersilahkan para pendemo juga ikut mengawal kinerja anggota dewan dari hulu ke hilir jika dinilai tidak maksimal.

“Jadi semua keberhasilan sifatnya besama, semua perencanaan juga bersama. Kalau tentang kinerja silahkan kawal kita, memang janji politik juga sering meleset,” terangnya.
 Para pengunjukrasa belum merasa belum merasa puas dengan jawaban yang disampaikan oleh ketua dewan, namun mereka memilih membubarkan diri meskipun sudah dipaksa masuk untuk berdiskusi lebih panjang di dalam ruangan kantor DPRD setempat. Aksi para mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Ekstra Parlemen (Gempar) tidak hanya melakukan orasi saja, melainkan mereka juga membawa poster bertuliskan kecaman atas kinerja wakil rakyat daerah ini.

Jurnalis: M.Fahrul/Editor: Irvan Sjafari/Foto: M.Fahrul

 

Lihat juga...