Refleksi Akhir Tahun, UB Gelar Rembug Budaya ‘Menemukan Kembali Indonesia’

KAMIS, 29 DESEMBER 2016

MALANG — Rangkaian kegiatan Dies natalis yang ke 54, sekaligus sebagai refleksi akhir tahun, Universitas Brawijaya (UB) menggelar kegiatan bertajuk Rembug Budaya dengan tema Menemukan Kembali Indonesia. Dalam acara yang digelar di studio UB TV tersebut menghadirkan beberapa tokoh dan yang juga menjadi pakar di bidangnya masing-masing.
Suasana Rembug budaya
“Rembug budaya ini merupakan salah satu upaya dari UB untuk merawat Indonesia yang saat ini didapati seolah-olah tanpa jati diri, tanpa identitas, sehingga harus ditemukan kembali hal-hal tersebut,” ujar ketua pelaksana Dies Natalis UB, Prof. Dr. Unti Ludigdo dalam sambutannya, Kamis (29/12/2016).
Menurutnya, Universitas Brawijaya sebagai salah satu universitas besar di Indonesia, merasa memiliki tanggung jawab untuk turut merawat dan menemukan kembali Indonesia. Semua karya-karya yang dilahirkan UB memang dikontribusikan untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa dan negara.
Sementara itu, Ketua Rembug Budaya, Dr.Riyanto,M.Hum mengatakan, Isu SARA nampaknya tetap menjadi tantangan yang berat bagi perkembangan dan pencarian kembali jati diri bangsa. Indonesia menjadi lahan subur bagi pertarungan politik dan pemantik kebencian yang dilandasi isu SARA. 
“Indonesia tidak lagi menjadi payung teduh bagi kaum yang tinggal di dalamnya, bahkan bagi kaum mayoritas sekalipun, apalagi kaum minoritas,” terangnya.
Menurutnya, merenungi kembali makna kebhinekaan menjadi sesuatu yang mesti dilakukan oleh semua elemen bangsa. Oleh karena itu, UB sebagai salah satu pionir  dalam mencetak generasi bangsa turut serta dalam menyikapi isu tersebut. 
“Melalui kegiatan rembug budaya ini diharapkan bisa membawa pencerahan sekaligus kesepahaman mengenai hidup berbangsa dan bernegara dalam bingkai kebhinekaan,” tutupnya.
Penampilan teater Linkar FIB UB
Disebutkan para tokoh yang hadir dalam acara tersebut yaitu Prof.Munawar Ismail (Pakar ekonomi kerakyatan FEB UB), Sujiwo Tejo (Seniman), Dr. Sony Sukmawan (dosen FIB UB), Drs. Suko Widodo (Pakar media Unair), Didik Nini Towok (pegiat budaya), Trie utami (pegiat budaya) dan Yusri Fajar (Sastrawan) serta beberapa tokoh lainnya.

Jurnalis : Agus Nurchaliq / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Agus Nurchaliq

Lihat juga...