Reni Marlinawati: Upaya Paksa Polisi Akan Suburkan Terorisme di Indonesia

RABU 28 DESEMBER 2016

JAKARTA—Kejadian terorisme nyaris berulang setiap tahun, terutama saat peringatan Natal dan Tahun Baru 2017. Bahkan masyarakat seperti justru terteror oleh isu dan berita terorisme ketika seharusnya menikmati perayaan keagamaan dan sekaligus liburan akhir tahun.

Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan DPR RI, Reni Marlinawati.
Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan DPR RI, Reni Marlinawati mengatakan Upaya pemberantasan terorisme sangat berlebihan dalam penangkapan dan pencegahan serangan terorisme di Indonesia.

Menurutnya, salah satu kasus yang menonjol adalah terbunuhnya Siyono pada yang ditembak mati oleh Detasemen Khusus (Densus 88) Maret 2016 lalu. Pada perkembangan berikutnya beberapa terduga teroris juga telah ditembak mati.

“Kasus terakhir di penghujung tahun 2016 ini yakni upaya paksa penembakan di waduk Jatiluhur. Kematian mereka patut disayangkan karena akan menyulitkan aparat untuk menggali informasi jaringan mereka,” kata Reni di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (28/12/2016).

Untuk itu, Reni meminta aparat hukum dan keamanan agar dalam pemberantasan terorisme bekerja secara maksimal untuk mengajukan para terduga kasus terorisme kepada proses pengadilan daripada upaya paksa yang dilakukan oleh aparat kepolisian.

“Jadi menurut saya, adanya upaya paksa berlebihan itulah dapat menimbulkan rasa dendam dan memelihara spiral kebencian,” imbuhnya

Kondisi ini, kata dia, sangat disayangkan. Sebab, langkah kepolisian tersebut hanya dapat menumbuhsuburkan radikalisme di Indonesia, terutama dikalangan generasi muda.

Untuk itu, fraksinya dalam hal ini PPP di DPR berkeyakinan penegakan supremasi hukum yang konsisten sehingga dapat meredam benih benih radikalisme.

“Semoga tahun depan 2017 ditegakkan supremasi hukum secara konsisten,” harapnya.

Jurnalis: Adista Pattisahusiwa/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Adista Pattisahusiwa

Lihat juga...