Rumah Mewah Milik Mohamad Sanusi Disita Oleh Negara

KAMIS 28 DESEMBER 2016

JAKARTA—Mohamad Sanusi, mantan Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta yang juga dikenal sebagai mantan Politikus Partai Gerindra DKI Jakarta tersebut baru saja beberapa saat yang lalu dijatuhi vonis hukuman 7 tahun penjara, membayar denda 250 juta rupiah dan ditambah hukuman subsider kurungan selama 2 bulan oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.
 
Terdakwa M. Sanusi (duduk di kursi) mendengarkan pembacaan vonis.
Vonis putusan Pengadilan Tipikor Jakarta terhadap terdakwa M. Sanusi tersebut dibacakan secara langsung oleh Sumpeno S.H., Ketua Mejelis Hakim yang memimpin jalannya persidangan didampingi 4 orang anggota Majelis Hakim lainnya di Ruang Sidang Mr. Koesoemah Atmadja 1, Gedung Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis sore (29/12/2016).

M. Sanusi dijerat dengan dakwaan atau sangkaan telah menerima sejumlah uang suap senilai Rp2 miliar dari seorang pengusaha properti PT. Agung Podomoro yang belakangan diketahui bernama Ariesman Widjaja. Uang suap tersebut diberikan kepada M. Sanusi melalui perantara Trinanda Prihantoro, yang tak lain adalah anak buah Ariesman Widjaja atau karyawan PT. Agung Podomoro Land (APL).

Selain itu Pengadilan Tipikor Jakarta juga menjerat  M. Sanusi dengan dakwaan atau sangkaan telah melakukan Tindak Perkara Pencucian Uang (TPPU). Maka dengan demikian Majelis Hakim memutuskan untuk menyita atau merampas beberapa harta atau aset pribadi milik M. Sanusi yang sebelumnya diduga merupakan berasal dari perbuatan korupsi.

Dalam pembacaan putusannya, Sumpeno S.H., Ketua Majelis Hakim mengatakan “menimbang ketentuan yang tertera pada Pasal 3 Ayat 1, tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), menyatakan dan menyimpulkan bahwa pendapatan saudara terdakwa M. Sanusi sebagai Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta dan sebagai direksi di perusahaan pribadinya tidak bisa dibuktikan secara sah, maka dengan demikian disita dan dirampas oleh negara” katanya di Gedung PN Jakarta Pusat, Kamis sore (29/12/2016).

Dengan demikian maka beberapa aset atau harta benda terdakwa M. Sanusi akan dirampas dan disita oleh negara, antara lain sebagai berikut ;

1. Mobil Jaguar XJL atas nama Boy Iskhak senilai 2 miliar rupiah.

2. Mobil Audi A5 seharga 875 juta rupiah.

3. Tanah dan bangunan di Jalan Saidi, dan meminta kepada Danu Wira untuk membayar senilai 900 rupiah.

4. Tanah dan bangunan kompleks perumahan di daerah Kembangan senilai 7,3 miliar rupiah yang diatasnamakan Naomi Shalima.

5. Rumah di Jalan Senopati Reidence yang diatasnamakan Gina dan Danu Wira senilai 3,05 miliar rupiah.

6. Apartemen Soho yang sebelumnya dibeli oleh Danu Wira senilai 1,28 miliar.

7. Rumah di Vimala Hills yang sebelumnya dibeli oleh Danu Wira senilai 1,73 miliar Rupiah.

8. Rumah Sanusi Center dan Jakarta Royalty yang sebelumnya dibeli oleh Danu Wira senilai 1,6 miliar rupiah.

M. Sanusi (kemeja putih) saat keluar meninggalkan ruangan persidangan.
Jurnalis: Eko Sulestyono/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Eko Sulaestyono

Lihat juga...