Selesai Dipugar, Situs Warungboto di Yogyakarta Diharapkan Menjadi Icon Wisata Baru

JUMAT 23 DESEMBER 2016

YOGYAKARTA – – -Situs sejarah Warungboto yang terletak di Kelurahan Rejowinangun, Kecamatan Umbulharjo Yogyakarta secara resmi mulai dibuka untuk umum pasca proses pemugaran Jumat (23/12/2016). Mulai dibukanya situs Warungboto sebagai petilasan Sri Sultan Hamengkubuwono II, ini diharapkan dapat menjadi tambahan destinasi wisata sejarah baru yang ada di kota Yogyakarta, sekaligus juga menjadi kearifan lokal yang dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Salah satu sudut Situs Warungboto.

Kepala Seksi Perlindungan Pengembangan dan Pemanfaatan BPCB Yogyakarta, Wahyu Astuti menyatakan proses pemugaran situs Warungboto ini sebenarnya telah dimulai sejak  2009 lalu. Pada tahap pertama pemugaran itu, renovasi dilakukan pada bangunan pendopo. Sementara pada pemugaran tahap II tahun 2016 ini, renovasi meliputi kolam, serta bangunan sisi selatan dengan areal seluas 625 meter persegi.

“Pemugaran ini dilakukan dengan melibatkan sebanyak 46 tenaga profesional meliputi  arkeolog pengawas, teknisi, juru gambar, juru ukur juru foto hingga tenaga pekerja. Sebenarnya total luas situs Warungboto ini mencapai 2750 meter persegi, namun bangunan yang tersisa hanya 50 persen pada bagian belakang saja, ” katanya.
Kepala BPCB Yogyakarta, Winston Sam Douglas Mambo mengaku minimnya tingkat keutuhan, serta data mengenai keberadaan situs Warungboto menjadi kendala tersendiri dalam melakukan proses pemugaran. Namun pihaknya mengaku masih akan terus melakukan penelitian dan pengkajian lebih lanjut, sehingga dapat menjadi bahan pemugaran situs berusia 200 tahun ini selanjutnya.
Mewakili pihak Kraton Yogyakarta, Gusti Pangeran Haryo (GPH) Hadiwinoto yang merupakan adik Sri Sultan Hamengkubuwono X, mengatakan situs Warungboto merupakan 1 dari 13 situs bersejarah petilasan peninggalan Sri Sultan Hamengkubuwono II yang tersebar di Yogyakarta dan sekitarnya. Ia berharap dipugarnya sejumlah situs tersebut dapat menjadi tambahan icon wisata sekaligus mendoromg adanya peningkatan kegiatan wisata di Yogyakarta.
Gusti Hadi juga mengharap kerjasama antara semua pihak baik antara keraton, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat Salam mengelola situs Warungboto ke depan. Ia menilai pelibatan warga sekitar dinilai sangat penting agar masyarakat di sekitar dapat ikut menjaga sekaligus mendapatkan manfaat dari potensi yang ada di wilayahnya.
“Saya kita perlu ada pelatihan guide dari dinas pariwisata bagi pemuda pemudi warga sekitar. Ini diperlukan untuk memberikan informasi yang jelas dan benar terkait sejarah situs bagi para wisatawan. Warga sekitar juga dapat menggali potensi ekonomi lain misalnya menjual cinderamata. Dengan begitu mereka akan merasa memiliki dan ikut menjaga keberadaan situs, ” katanya.

Gusti Hadi bersama Kepala BPCB Yogyakarta Winston Sam Douglas Mambo meresmikan situs Warungboto.

Jurnalis : Jatmika H Kusmargana/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Jatmika H Kusmanagara

Lihat juga...