Sepanjang 2016, PT KAI Daop VI Yogyakarta Klaim Salurkan Bantuan Capai 1,2 Miliar pada UMKM

JUMAT, 30 DESEMBER 2016

YOGYAKARTA — Sepanjang tahun 2016, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) VI Yogyakarta, menyalurkan bantuan dana pinjaman lunak sedikitnya mencapai Rp1,2 miliar kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di DIY. Bantuan dana tersebut diberikan sebagai bagian dari sinergi antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan masyarakat.

Stan pelaku UMKM dalam acara Bazar UMKM Sinergi BUMN di Stasiun Tugu Yogyakarta.

Kepala PT KAI Daop VI Yogyakarta, Hendy Helmi, menyatakan, dana bantuan tersebut diberikan kepada UMKM yang ada di wilayah DIY secara berkelanjutan tiap tahun. Yakni sebagai bagian dari upaya PT KAI sebagai BUMN dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya pelaku UMKM.

“Bantuan ini kita berikan secara berkelanjutan. Jadi tiap tahun ada. Besarnya tergantung kemampuan perusahaan. Namun kecenderungannya tiap tahun selalu meningkat, ” ujarnya kepada Cendana News, seusai acara peresmian Bazar UMKM Sinergi BUMN di Stasiun Tugu Yogyakarta, Jumat (30/12/2016).

Untuk tahun 2016 ini, dana bantuan yang diberikan PT KAI Daop VI Yogyakarta diketahui meningkat hingga Rp 450 juta. Yakni dari sekitar Rp 750 juta tahun lalu menjadi Rp1, 2 miliar pada tahun 2016 ini. Dana ini, dijelaskan Helmi, di luar dana CSR, namun khusus untuk UMKM. Jika bantuan CSR merupakan bantuan hibah, maka dana bantuan untuk UMKM ini dalam bentuk pinjaman lunak.

PT KAI Daop VI Yogyakarta sendiri sampai saat ini tercatat telah menyalurkan dana bantuan kepada sebanyak 230 UMKM dari berbagai wilayah. Dari sekian banyak UMKM binaan PT KAI Daop VI itu, memiliki berbagai macam jenis bidang usaha mulai dari industri kerajinan, makanan, minuman, dan sebagainya. Selain menyalurkan bantuan kepada pelaku UMKM, PT KAI Daop VI sendiri selama ini juga mengaku telah melakukan berbagai upaya lain dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di antaranya kegiatan CSR maupun kegiatan bina lingkungan. Wilayah-wilayah yang membutuhkan bantuan akan dibantu sesuai dengan tingkat kebutuhan masyarakat lewat usulan bantuan yang diajukan.

“Selain membantu dari sisi dana, kita juga melakukan pembinaan maupun pendampingan dari sisi manajemen. Kita juga telah bekerjasama dengan Permodalan Nasional Madani untuk membantu menyalurkan bantuan dana kepada masyarakat. Sejauh ini respon dari masyarakat, khususnya UMKM sendiri, merasa terbantu. Kita harapkan, karena ini berupa bantuan lunak, maka dapat dikembalikan. Agar dana ini bisa disalurkan kembali pada UMKM yang lain dan tidak mandeg,” jelasnya.

Pengunjung stan melihat produk yang ditawarkan.

Dalam acara peresmian Bazar UMKM Sinergi BUMN di Stasiun Tugu Yogyakarta ini terdapat sebanyak 18 stan pelaku UMKM yang merupakan binaan PT KAI yang dilibatkan. Yakni sebanyak 10 stan UMKM dari Stasiun Solo Balapan serta 8 stan UMKM dari Stasiun Tugu Yogyakarta. Selain pameran juga digelar acara senam bersama yang melibatkan para pelaku UMKM binaan, PT KAI sendiri, termasuk juga masyarakat sekitar.

Jurnalis: Jatmika H Kusmargana  / Editor: Satmoko / Foto: Jatmika H Kusmargana

Lihat juga...