Tabur Puja Posdaya Soka Angkat Warga Pra-Sejahtera

RABU, 28 DESEMBER 2016

JAKARTA – Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Program Tabur Puja (Tabungan Kredit Pundi Sejahtera) Yayasan Damandiri yang sudah bergulir sejak 2012 membawa banyak dampak positif dalam pergerakan ekonomi  masyarakat khususnya yang tergabung dalam Posdaya atau Pos Pemberdayaan Keluarga binaan Yayasan Damandiri yang tersebar di seluruh Indonesia sebanyak 50.000 Posdaya. Sekitar 50-an Posdaya ada di DKI Jakarta.

Ngasimun (bertopi), Ketua Posdaya Soka sekaligus Ketua RW012 Kebayoran
Lama Selatan, menyapa warganya.

Salah satu contoh pengaruh positif program simpan pinjam Tabur Puja adalah seperti yang terjadi di wilayah Posdaya Soka yang berkedudukan di Jatayu Raya Kampung Duku, Jalan Al-Barokah, RW012 Kelurahan Kebayoran Lama Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Sebelum masuknya Tabur Puja ke RW012 dalam bentuk Posdaya, ada sekitar 3 (tiga) Kepala Keluarga (KK) tingkat pra-sejahtera di wilayah tersebut. Ditambah lagi jumlah KK untuk tingkat sejahtera 1 dan sejahtera 2 juga masih sekitar 3-5 KK. Data ini didapatkan Cendana News dari Ketua Posdaya Soka sekaligus Ketua RW012, Ngasimun, saat ditemui di kantor RW012, Jatayu Raya, Jalan Al-Barokah, Kebayoran, pekan lalu.

“Pra-sejahtera itu adalah warga dalam tingkatan miskin. Sejahtera 1 dan sejahtera 2 itu adalah mereka yang yang sudah keluar dari kemiskinan dan sudah memiliki atau merintis usaha yang lebih baik lagi. Tingkatan di atas keduanya adalah sejahtera plus atau sudah makmur. Contohnya, di wilayah ini, yang sudah jadi juragan kos-kosan itu ya masuk golongan sejahtera plus,” terang Ngasimun kepada Cendana News.

Gerakan Tabur Puja yang membidik ekonomi mikro benar-benar tepat sasaran. Posdaya Soka juga memiliki cara tersendiri bagaimana solusi menghadapi kemiskinan warga sekitar menggunakan Tabur Puja. Warga pra-sejahtera rata-rata kepala keluarganya sudah masuk usia indah, jadi memang sulit untuk diberdayakan. Oleh karena itu, diambil sebuah cara jitu, yakni memberdayakan anak-anak atau cucu-cucu mereka yang masih muda.

Posdaya Soka menggerakkan mereka yang masih muda dari keluarga pra-sejahtera untuk mengambil pinjaman melalui Tabur Puja sebesar Rp 2.000.000 per kepala keluarga. Pinjaman itu diarahkan penggunaannya untuk membuka usaha kecil-kecilan seperti berjualan makanan ringan, kopi, serta dagangan kecil lainnya. Hasilnya cukup mengejutkan, nasib mereka perlahan mulai berubah. Semula masih menerima bantuan swadaya warga, perlahan warga pra-sejahtera mulai bisa menghidupi keluarganya sendiri melalui usaha-usaha tersebut.

“Tetap saja jika dari teori kebutuhan, mereka masih banyak kebutuhan. Karena manusia tidak pernah habis kebutuhannya. Akan tetapi intinya mereka bisa keluar dari jaring kemiskinan yang membelit selama ini. Awalnya, tidak bisa berbuat apa-apa selain mengharapkan bantuan warga, sekarang sudah bisa berbuat sesuatu,” tambah Ngasimun.

Kesimpulannya, jumlah warga yang masuk tingkatan pra-sejahtera sudah terkikis habis di wilayah Posdaya Soka, khususnya RW012. Walaupun begitu, Posdaya Soka tetap tidak mengalihkan mata dari mereka. Gerak maju keluarga yang sudah keluar dari pra-sejahtera dipantau terus agar bisa duduk di tingkatan sejahtera 1 maupun sejahtera 2 dengan baik. Hal ini penting dilakukan agar Tabur Puja bisa kembali hadir membantu mereka menuju tingkatan selanjutnya atau minimal meneguhkan posisi mereka di tingkat sejahtera 1 maupun sejahtera 2.

“Syukur jika salah satu dari mereka bisa menyentuh tingkatan sejahtera plus. Sangat naif jika dikatakan tidak bisa, karena nasib orang siapa yang tahu? Tabur Puja ada di belakang mereka untuk mewujudkan semua impian yang bagi mereka dulunya seolah tak pernah bisa diwujudkan,” lanjut Ngasimun.

Bahkan, menurut Ngasimun, banyak warga RT di wilayah RW012 yang dipimpinnya masuk menjadi anggota Posdaya untuk ikut program Tabur Puja. Sehingga, jika nantinya berkeliling di wilayah RW012 jangan terkejut jika banyak ditemukan usaha-usaha kecil warga dari nasi uduk, warung kopi sampai toko kelontong yang semuanya berawal dari ikut Tabur Puja.

Kebun Gizi Posdaya Soka di samping Kantor RW012.

“Sekarang kami sedang mengajukan RW03, RW04 dan RW05 untuk menjadi Posdaya. Antusiasme warga besar sekali. Tapi saya katakan kepada Ketua RT dan RW masing-masing, mereka harus membuktikan dulu gerakan pemberdayaan yang lainnya seperti lingkungan, pendidikan dan kesehatan bisa berjalan dengan baik di wilayah masing-masing. Sepertinya mereka serius, karena semua mulai membenahi wilayahnya masing-masing saat ini,” pungkas Ngasimun.

Jurnalis: Miechell Koagouw / Editor: Satmoko / Foto: Miechell Koagouw

Lihat juga...