Tarik Wisatawan, Kraton Yogyakarta Gelar Pertunjukan Secara Gratis

SELASA, 27 DESEMBER 2016

YOGYAKARTA — Meski telah menjadi salah satu objek wisata penting sekaligus ikon wisata kota, Kraton Yogyakarta tetap melakukan berbagai upaya untuk menarik minat wisatawan serta meningkatkan jumlah kunjungan. Terlebih dengan adanya relokasi parkir di kawasan Alun-Alun Utara sejak tahun 2015 lalu yang berdampak pada penurunan jumlah kunjungan secara signifikan. Salah satu upaya adalah dengan menggelar berbagai acara pertunjukan kesenian tradisional secara rutin.
Sejumlah pengunjung Kraton Yogyakarta tengah melihat koleksi
Salah satu Pengelola Wisata Kraton dari Tepas Kepariwisataan, Siti Amirul mengatakan, setiap hari secara rutin digelar berbagai macam jenis kesenian tradisional jawa di Bangsal Ponconiti. Sejumlah kesenian mulai dari wayang kulit, wayang golek, tarian bedoyo, srimpi, fragmen ramayanan dan mahabarata, hingga karawitan, macapatan serta uyon-uyon dipertunjukkan secara bergiliran pada pengunjung tanpa dipungut biaya.
“Untuk wayang kulit digelar setiap Sabtu. Tarian pada hari Minggu. wayang golek pada hari Rabu, sementara karawitan pada hari Selasa dan Kamis, uyon-uyon pada hari Senin. Sedangkan pada hari Jumat ada macapat. Karena tradisi di kraton, setiap hari Jumat tidak boleh ada suara musik. Sultan pun harus membayar denda jika ingin mendengarkan musik, ” tuturnya.
Dengan adanya berbagai pertunjukan kesenian tradisional secara gratis tersebut diharapkan para pengunjung akan tertarik mengunjungi kraton. Selain itu, pertunjukan kesenian tradisional juga digelar untuk mengenalkan tradisi atau kesenian jawa pada masyarakat yang berkunjung.
“Ini juga sekaligus menjadi tempat bagi para abdi dalem di bidang kesenian kraton untuk tampil dan mengasah kemampuan. Para pelaku kesenian di luar juga bisa tampil jika memang memenuhi kriteria. Seperti misalnya pakem yang digunakan adalah pakem Jogja,” jelasnya.
Sejumlah abdi dalem kraton tengah memainkan kesenian tradisional karawitan
Tak hanya event harian atau mingguan, Kraton Yogyakarta secara rutin juga menggelar berbagai acara tahunan seperti upacara Grebeg, upacara Labuhan hingga upacara Jamasan. Melakui event rutin tahunan juga diharapkan semakin dapat menarik wisatawan dan meningkatkan jumlah pengunjung Kraton Yogyakarta.
“Salah satu persoalan yang mungkin menjadi kendala saat ini ialah adanya tour guide musiman atau pun tukang becak musiman di moment-moment liburan tertentu, yang memberikan informasi tidak benar pada wisatawan. Sehingga kadang hal itu membuat wisatawan kecewa. Sebagai pengelola objek wisata tentu kita tidak bisa berbuat banyak. Karena itu mestinya pihak pemerintah yang dapat mengatur atau mengatasinya, ” jelasnya.

Jurnalis : Jatmika H Kusmargana / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Jatmika H Kusmargana

Lihat juga...