Tunggak Listrik, Minsel dan Minahasa Terancam Gelap Gulita

JUMAT, 30 DESEMBER 2016

MANADO — PLN Area Manado akan memutuskan sambungan litrik di wilayah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Selatan (Minsel) dan Kabupaten Minahasa karena melakukan tunggakan atau utang tagihan Listrik.
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Lahendong
Manager PLN Area Manado, Poltje Mangundap menegaskan, dari laporan PLN untuk Pemkab Minahasa Selatan selama tahun 2016 masih memiliki utang kepada PLN sebesar Rp.5,3 Miliar. Sedangkan Pemkab Minahasa induk sebesar Rp.11 Miliar. 
“Pemkab Minahasa Induk tunggakan listrik sejak tahun 2014 dan lebih lama dari Pemkab Minsel sehingga lebih besar dari Pemkab Minsel karena sudah menunggak bertahun-tahun,”sebut Mangundap pada Cendana News, Jumat (30/12/2016).
Disebutkan, pihaknya sudah mengirim surat kepada dua Kabupaten tersebut dengan tembusan kepada pihak kejaksaan setempat, dan jika sampai hari ini, Jumat (30/12/2016) belum melakukan pembayaran maka sambungan listrik di kedua wilayah itu akan diputuskan.
“Kita sudah menyampaikan langsung kepada kedua Bupati tersebut namun mereka tidak ada inisiatif untuk melakukan pembayaran, dan kami menilai itu adalah kelalaian mereka, mau tidak mau kami akan putuskan sambungan listrik di kedua wilayah itu jika sampai hari ini belum melakukan pembayaran,” tegasnya.
Mangundap menambahkan, memang untuk tunggakan listrik ada pada penggunaan lampu jalan, namun jika pemutusan listrik dilakukan dipastikan kedua wilayah itu akan mengalami gelap gulita.

Jurnalis : Ishak Kusrant / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Ishak Kusrant

Lihat juga...