Wapres Minta Penanganan dan Pemulihan Bencana Banjir Bima NTB Dipercepat

RABU, 28 DESEMBER 2016
 
KOTA BIMA — Wakil Presiden Republik Indonesia, H.M. Yusuf Kalla, meminta supaya proses penanganan dan pemulihan masyarakat maupun kerusakan fisik dan fasilitas infrastruktur di Kabupaten dan Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) pasca banjir dipercepat dan harus dilakukan secara bersama-sama  melibatkan semua unsur. Arahan tersebut disampaikan Kalla saat melakukan kunjungan kerja ke Kota Bima, pada Rabu 28 Desember 2016 terkait bencana banjir yang melanda Kota Bima beberapa hari lalu.

Wapres bersama Gubernur NTB saat meninjau lokasi bencana banjir Bima.

“Lebih cepat penanganannya lebih baik. Kalau lambat, maka semakin banyak korban, termasuk infrastruktur. Harus ada percepatan. Kalau lama, maka lumpur itu semakin keras dan susah dibersihkan,” jelas Wapres melalui rilis yang diterima Cendana News, Rabu (28/12/2016).

Menurutnya, air bersih juga menjadi salah satu atensi Wapres Kalla saat meninjau lokasi bencana banjir Bima, karena banjir selalu melumpuhkan ketersediaan air bersih

“Kita bisa kasih makan orang, tapi kalau tidak ada air minum bagaimana, susah juga, karena air juga merupakan kebutuhan pokok yang butuh segera dipenuhi,” katanya.

Selain itu, Wapres meminta untuk segara menyediakan fasilitas pembersih lumpur dan sampah, seperti pompa air, eskavator, dan truk pengangkut sampah.

Wapres dan rombongan langsung meninjau rumah sakit lapangan yang dipusatkan di Gedung Convention Hall Paruga Nae Kota Bima. Rumah sakit lapangan tersebut menyediakan tenda untuk perawatan pasien orang dewasa dan anak anak. Wapres meninjau berapa posko perawatan dan juga posko apotik.

Wapres dan gubernur pun berdialog langsung dengan masyarakat. Masyarakat menceritakan keadaan rumah serta harta benda yang hancur akibat banjir.

“Ini semua ada hikmahnya, seperti kita diminta sabar. Bahkan bencana ini menumbuhkan rasa gotong royong kita, rakyat Indonesia,” tutur Wapres.

Jurnalis: Turmuzi / Editor: Satmoko / Foto: Turmuzi

Lihat juga...