hut

Dr. Ir. Arissetyanto Nugroho, MM., Rektor Muda Visioner, Inspiratif dan Sensasional

RABU, 25 JANUARI 2017

JAKARTA — “Kalau kamu ingin menjadi pribadi yang maju, kamu harus pandai mengenal apa yang terjadi, pandai melihat, pandai mendengar dan pandai menganalisis,” ucap H.M. Soeharto, Presiden kedua RI.

Dr. Ir. Arissetyanto Nugroho, MM. Rektor Universitas Mercu Buana

Ucapan bijak Bapak Pembangunan Indonesia di atas menjadi kenyataan dalam sosok seorang rektor muda perguruan tinggi swasta terkemuka berakreditasi unggul di Jakarta, bernama Dr. Ir. Arissetyanto Nugroho, MM. Pria kelahiran Singapura, 24 Februari 1969 ini adalah Rektor Universitas Mercu Buana Jakarta berusia 47 tahun yang memiliki kecakapan dalam memimpin, melihat permasalahan secara detil, mengapresiasi setiap masukan, menampung sekaligus menganalisa apa yang didapatkan untuk dijadikan dasar bertindak, dan menjadi ciri khas Mas Aris, sapaan akrab Arissetyanto Nugroho.

Arissetyanto Nugroho meraih gelar S1 di Universitas Indonesia (UI) jurusan Mesin / Teknik Industri. Menyelesaikan S2 juga di Universitas Indonesia dengan Jurusan Manajemen, lalu menyempurnakan akreditasi pendidikan pribadinya dengan gelar S3 dari Institut Pertanian Bogor (IPB) jurusan Manajemen.

Beragam Pelatihan Profesional juga dilakoninya untuk meneguhkan kekuatan analisa terhadap setiap permasalahan yang ada. Berbagai jenis pelatihan yang diselenggarakan lembaga-lembaga penting, baik dalam maupun luar negeri, diikutinya secara bertahap, mulai dari pelatihan profesional yang diselenggarakan internal Universitas Mercu Buana, Dikti, Kopertis Wilayah III, University of Technology Sydney hingga yang diselenggarakan Lemhanas dilalap habis.

Sebelum menjadi Rektor Universitas Mercu Buana, Arissetyanto Nugroho yang merupakan wisudawan terbaik Universitas Indonesia, banyak menghabiskan waktu sebagai dosen di Universitas Mercu Buana. Sejak tahun akademik 2006-2016, ia menjadi dosen tetap untuk program pendidikan S1 jurusan Manajemen, Akuntansi, Public Relation dan Teknik Sipil, dengan beragam mata kuliah berkaitan, mulai dari Pengantar Manajemen, Kewirausahaan, Manajemen Operasi, Etika, Dasar Bisnis dan Manajemen, Manajemen Pemasaran, Komunikasi Bisnis, Pengantar Bisnis sampai Etik UMB.

Dalam kerangka melihat apa yang terjadi di lapangan, ia memiliki segudang pengalaman penelitian sejak 2008-2015. Mulai dari kajian-kajian ekonomi dan pengaruhnya terhadap masyarakat, memaknai bagaimana sebuah keluarga sejahtera bisa menopang pembangunan nasional, mengidentifikasi keluarga-keluarga miskin yang ternyata memiliki inovasi menarik dalam berwirausaha hingga pengaruh psikologis sebuah proses sosial bagi mahasiswa. Semua hasil penelitian diterbitkan internal oleh Universitas Mercu Buana, Jurnal Ilmu Manajemen hingga Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti).

“Saya mengedepankan cara memimpin dengan membebaskan orang baik yang secara struktural sejajar maupun di bawah saya dalam berekspresi. Saya hanya memberikan koridor dan job desk saja, sisanya mereka berdayakan dengan kreativitas masing-masing sesuai fungsi kerjanya. Pada akhirnya, semua akan bertemu dalam titik hasil sesuai harapan,” sebut Arissetyanto Nugroho, ketika ditanya konsep kepemimpinan yang dikembangkan selama ini hingga Universitas Mercu Buana berhasil mencapai Akreditasi A dari Pemerintah, Selasa (24/01/2017), di Aula Rektorat Universitas Mercu Buana. Pernyataan tersebut menjawab bagaimana pengalamannya sebagai seorang tenaga pengajar selama ini, yang berhasil membentuk bagaimana sebenarnya karakter memimpin secara demokratis, namun tetap pada koridor, sehingga bisa mencapai keinginan bersama.

Karya ilmiah Arissetyanto Nugroho banyak mengemuka sejak 2007-2015, dari bidang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, desain, olahraga, kewirausahaan, kode etik kesarjanaan, demokrasi dalam tinjauan prinsip ilmu manajemen hingga strategi marketing. Penerbitnya mulai dari dalam negeri, internal Universitas Mercu Buana, IPB, bahkan juga penerbit luar negeri.

Beberapa media terkemuka nasional seperti Jawa Pos dan Indo Pos, Sinar Harapan, Suara Pembaruan, Republika, Media Indonesia, Seputar Indonesia, Koran Sindo, Forum, Gatra, Wanita Indonesia, Banten Pos, Harian Pelita dan ESQlife Magazine banyak menjadi penyelenggara beragam Makalah/Poster tematik Arissetyanto Nugroho sejak 2004 hingga 2015.

Kemampuannya dalam menulis maupun sebagai editor, menjadi sesuatu yang mengemuka secara khusus, karena sejak 2009 hingga 2016, tercatat ia sudah menyunting atau mengedit, me-review dan meresensi beberapa judul buku. Sebut saja buku berujudul Pak Harto “The Untold Stories” terbitan Gramedia, Pak Harto “Perjalanan Diam-Diam Seorang Presiden Menemui Rakyatnya” terbitan Yayasan Harapan Kita, serta melakukan review untuk sejumlah tulisan yang diterbitkan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Universitas Mercu Buana dan Rajawali Pers.

Menempa diri sekaligus membina orang lain, itulah yang dilakukan Arissetyanto Nugroho sang Rektor muda Universitas Mercu Buana selama ini. Sepak terjangnya di segala lini membuktikan bagaimana penempaan dan pembinaan itu berlangsung secara simultan seiring perjalanan waktu. Untuk membagikan buah pikir serta pengalaman, ia pun banyak menjadi pembicara dalam Konferensi/Seminar/Lokakarya/Simposium pada periode mulai 2001-2016 di berbagai perguruan tinggi ternama nasional, forum perguruan tinggi hingga kampus-kampus di wilayah ASEAN. Kuliah Umum Kewirausahaan adalah sepak terjang dirinya untuk kali pertama sebagai pembicara di Universitas Indonesia, civitas akademika tempatnya tumbuh sekaligus menempa diri dalam disiplin ilmu yang dipilihnya.

Pengabdian Arissetyanto Nugroho kepada masyarakat ditunjukkan dengan turun langsung menyentuh kehidupan masyarakat di Yayasan Harapan Umat Bina Amanah Tangerang, Lembaga Pendidikan PPIA Baitul Maal Tangerang, Bina Amanah Kecamatan Pondok Aren, Kelurahan Pesanggrahan, Kelurahan Meruya Selatan, Kembangan Jakarta Barat, sampai internal Universitas Mercu Buana. Ia banyak menitik-beratkan pengabdian di bidang wirausaha mikro, kecil dan menengah, pemberdayaan sumber daya manusia, olahraga dan dunia kesehatan melalui pembinaan dan penyelenggaraan Posyandu.

Sejak menjadi Wakil Rektor Universitas Mercu Buana pada 2006 hingga 2010, Arissetyanto Nugroho melanjutkan tongkat estafet Rektor dari suksesor sebelumnya, Prof. Dr. Ir. H. Suharyadi, M.Si., pada 2010. Sepak terjangnya sebagai seorang rektor muda visioner penuh ide terus berlanjut hingga 2014, dan kembali dipercayakan sebagai Rektor Universitas Mercu Buana periode 2014-2018.

Namun, sejak masih menjadi Wakil Rektor di awal 2006, ia menjadi salah satu favorit mahasiswa Mercu Buana, karena selalu diundang sebagai Pembicara maupun Pembina dalam setiap acara maupun kegiatan mahasiswa sejak 2007-2015. Puncaknya, ia berhasil membawa Tim Paduan Suara Universitas Mercu Buana menjadi Juara 1 dan Terfavorit dalam Kompetisi Paduan Suara Nasional 100 Tahun Peringatan Ismail Marzuki pada 2014. Dan, pada 2015, kembali ia membawa mereka ke peringkat 1 kategori Folklore serta peringkat 2 Classical Mixed dalam Festival di Busan, Korea Selatan.

“Peningkatan mutu sebuah Perguruan Tinggi bersifat aktif dan dinamis. Mahasiswa harus dibina dengan sebaik-baiknya. Proses pembinaan yang berkelanjutan dengan dibarengi kejujuran, akan meningkatkan mutu pendidikan di masa yang akan datang,” kata Arissetyanto Nugroho, Rektor Universitas Mercu Buana, dalam pidato akademis di Seminar bertajuk Peran Akreditasi Institusi Dalam Mendukung Upaya Menjadi Universitas Yang Berdaya Saing Global, di Aula Rektorat, Selasa (24/01/2017).

Sejak 1992-2016, tercatat 28 penghargaan diterima Arissetyanto Nugroho, baik yang diberikan oleh civitas akademika dan pemerintah. Beberapa penghargaan tersebut di antaranya adalah; pada 1992 sebagai Wisudawan Terbaik Universitas Indonesia, 2011 sebagai Dosen Kinerja Terbaik Universitas Mercu Buana, 2012 sebagai Dosen Kewirausahaan Terbaik Universitas Mercu Buana, 2012 mengantar Universitas Mercu Buana sebagai kampus pertama di Jakarta yang memperoleh Penghargaan Indonesia Green Award 2012 dari Kementerian Kehutanan untuk kategori Green Campus, 2013 membawa Universitas Mercu Buana meraih penghargaan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagai Kampus Bebas Narkoba,  2014 masuk 50 Tokoh Inspirasional FTUI (Fakultas Tehnik UI) sebagai tokoh pendidik dan peneliti, 2014 membawa Universitas Mercu Buana meraih Akreditasi A untuk Prodi Akuntansi S1, Prodi Manajemen D3, Manajemen S1, Manajemen S2 dan Tehnik Sipil S1.

Puncaknya pada 2016, sumbangsih pembinaan secara berkala dalam kualitas perguruan tinggi sekaligus mahasiswa yang berada di dalamnya membawa Universitas Mercu Buana meraih Indonesia Green Award 2016 kategori Green Campus, Hak Cipta untuk tulisan Etika Bisnis: Pemahaman Teori Secara Komprehensif dan Implementasinya dari Kementerian Hukum dan HAM.

Selain di bidang pendidikan serta civitas akademika, Arissetyanto Nugroho, Sang Rektor muda turut aktif dalam Organisasi Profesi atau Ilmiah sejak 2000 sampai 2016. Keaktifannya masih berlanjut sebagai Wakil Ketua Bidang Sistem Informasi di Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia periode 2016-2020 dan sebagai Sekretaris Yayasan Supersemar periode 2012-2017.

Pada 2016, mata Indonesia kembali terbelalak bagaimana seorang Rektor Muda visioner, kaya ide dan dekat dengan mahasiswanya ini meraih Tanda Kehormatan Satya Lencana Wira Karya 2016 dari Pemerintah Republik Indonesia, yang diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo. (Sumber Data: CV Pribadi Arissetyanto Nugroho).

Jurnalis : Miechell Koagouw / Editor : Koko Triarko / Foto : Miechell Koagouw

Lihat juga...