Imlek Kian Dekat, Pembuat Kue Otak-otak di Kalianda Kebut Pesanan

KAMIS (26/1/2017)

LAMPUNG — Sejumlah pembuat makanan tradisional berbahan ikan, seperti kue otak-otak, di kawasan Pasar Lama Kalianda, Jalan Pratu Lekok dan Pratu M.Yusuf, Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, hari ini mulai mengebut penyelesaian semua pesanan. Pasalnya, esok hari warga di kawasan itu mulai meliburkan aktivitasnya bekerja dan bersiap melakukan berbagai kegiatan menjelang datangnya Imlek 2568.

Epson, mengebut  penyelesaian pesanan kue otak-otak.

Pasangan suami-istri pembuat kue otak-otak di kawasan Pasar Lama Kalianda, Epson Cahyadi (39) dan Elin (32), mengatakan, hari ini, Kamis (26/1/2017), menjadi hari terakhir untuk menyelesaikan semua pesanan kue otak-otak yang sudah masuk sejak sepekan kemarin, karena esok hari warga di kawasan itu yang mayoritas berasal dari etnis Tionghoa mulai mempersiapkan diri untuk persembahyangan jelang Imlek.

Menurut Epson, pesanan kue otak-otak yang merupakan makanan tradisional setempat jelang Imlek, pada momentum Imlek tahun ini sedikit menurun jika dibandingkan tahun kemarin. Perayaan Imlek di kawasan Pasar Lama Kalianda, pun juga tak dilangsungkan semeriah tahun kemarin. Namun demikian, jika dibanding hari-hari biasa, pesanan kue otak-otak tetap mengalami peningkatan selama jelang Imlek tahun ini.

Pada hari biasa, ungkap Epson, pesanan kue otak-otak hanya berkisar antara 200-300 bungkus. Namun, pada musim Imlek ini, pesanan meningkat hingga 500-800 bungkus ukuran 3 x 10 centimeter. Tak hanya dari warga setempat, pesanan kue otak-otak juga datang dari warga Jakarta yang hendak berlibur di Kalianda saat tiba Imlek nanti. Mereka memesan jauh hari melalui telepon, dan biasanya akan membawa kue otak-otaknya sebagai oleh-oleh ketika kembali pulang ke Jakarta lagi.

Kawasan Pasar Lama Kalianda, sejak lama telah dikenal sebagai sentra pembuat makanan tradisional berbahan ikan, seperti mpek-mpek, bakso ikan dan otak-otak serta beragam jenis makanan tradisional lainnya. Menurut Epson, sebagian warga keturunan Tionghoa di wilayah tersebut bahkan mayoritas menekuni bisnis kuliner tradisional lain seperti rujak soon dan gado-gado. Epson menuturkan, kawasan Pasar Lama Kalianda di Jalan Pratu Lekok yang berdekatan dengan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Boom Kalianda, membuat kebutuhan ikan jenis parang sebagai bahan makanan tradisional tersedia melimpah. Dan, hal itu pula yang mendorong warga di kawasan Pasar Lama Kalianda memanfaatkan potensi tersebut untuk membuat kuliner berbahan ikan.

Cece Elin tengah menyiapkan adonan kue otak-otak.

Espson yang ditemui di sela kesibukannya membakar kue otak-otak pada Kamis (27/1/2017), mengaku, pada hari-hari biasa pun, pesanan kue otak-otak selalu ada dan cukup tinggi. Beberapa pedagang, bahkan memesan untuk dijual lagi di kawasan kuliner tradisional Dermaga Boom Kalianda, yang kemudian disajikan lengkap dengan bumbu kacang dan minuman air kelapa muda.

Sementara itu berkait kualitas kue otak-otak buatannya, istri Epson yang akarab disapa Cece Elin, menjelaskan jika ia lebih mengutamakan komposisi ikan agar memberi rasa ikan yang dominan. Dengan perbandingan 1 kilogram ikan parang dan tepung sagu sebanyak 2 ons, kue otak-otak buatannya mampu memberikan cita rasa khas ikan parang yang sangat digemari konsumen. “Kita menjaga kualitas dengan lebih banyak memberi komposisi ikan pada adonan, sehingga konsumen tidak kecewa dan rasa khas ikan inilah yang membuat usaha kami sejak tahun dua ribu tetap bertahan,” ungkap Elin.

Selain itu, resep nikmatnya otak-otak warisan keluarga itu diakui Elin terletak pada proses pengolahan saat membakar. Daun pisang kepok yang dipakai untuk membungkus adonan otak-otak tersebut dibakar dengan bara kayu, lalu dibakar dengan pengipasan manual selama kurang-lebih 5 menit hingga kue otak-otak matang. Sementara itu, berkait omzet penjualannya, Elin mengaku dengan adanya peningkatan jelang Imlek ini, ia mampu meraup omzet lebih dari Rp. 1 Juta, naik dari hari biasa yang hanya berkisar Rp. 500.000.

Jurnalis : Henk Widi / Editor : Koko Triarko / Foto : Henk Widi

Lihat juga...