hut

Jalan Kusuma Bangsa Lokasi Berburu Kuliner Malam di Kota Kalianda

SABTU, 28 JANUARI 2017

LAMPUNG — Kota Kalianda yang merupakan Ibu Kota Kabupaten Lampung Selatan merupakan sebuah kota kecil yang berada di kaki Gunung Rajabasa. Suasana yang menyenangkan dan berbagai destinasi menjadikan daerah yang berada di tepi laut Kalianda menjadi jujukan masyarakat untuk menikmati waktu bersama keluarga. 

Sepanjang Jalan Kusuma Bangsa Kalianda yang menawarkan berbagai sajian kuliner malam hari

Banyak lokasi yang menjadi pilihan warga, salah satunya Jalan Kusuma Bangsa yang dalam beberapa bulan terakhir bermunculan beberapa tempat makan, resto serta beberapa tempat bersantai yang disukai kawula muda.

Salah satu warga, Dedi (39) mengungkapkan, dalam beberapa bulan terakhir terlihat perkembangan bisnis di jalan tersebut, terutama kuliner pada malam hari. Sejak mulai munculnya beberapa cafe yang identik dengan tempat berkumpul anak muda membuat semakin ramai.

“Bukan berarti jalan lain tidak memiliki tempat untuk menikmati sajian kuliner, tapi melihat perkembangan justru di sepanjang Jalan Kusuma Bangsa lebih ramai terutama dengan adanya beberapa hotel, berada di dekat pasar dan bermunculan cafe,”ungkap Dedi saat ditemui Cendana News, Sabtu malam (28/1/207).

Menunggu menu di warung tenda

Perkembangan tersebut diakuinya memberi dampak positif bagi perkembangan perekonomian di kota kecil tersebut. Sebagian warga bisa melakukan wirausaha kuliner, baik yang menggunakan gedung atau sekedar menggunakan tenda di tepi jalan.

Selain kondisi jalan yang lebar di sepanjang jalan tersebut kini juga bermunculan beberapa lokasi favorit berkumpul anak muda dengan konsep kafe, diantaranya menyajikan sajian kopi yang dikonsep dengan life music diantaranya kafe kopi, Kedai Sop Durian, Kedai Pizza yang bisa digunakan menyantap makanan dan minuman di dalam ruangan yang lebih romantis.

Namun bagi yang menyukai suasana terbuka, beberapa pedagang dengan tenda khas pun menyajikan beraneka ragam kuliner khas sesuai selera dari mulai ayam goreng, ikan goreng, pecel lele, nasi kebuli, sate ayam dan kambing, soto betawi, soto lamongan serta sajian khas lainnya.

Salah satunya pedagang nasi goreng, Amir (40) menyebutkan, usahanya sudah dijalankannya sejak lima tahun lalu. Dulu belum seramai seperti sekarang sebab baru ada beberapa pedagang dengan gerobak dorong yang biasa mangkal.

“Lama-lama suasananya menjadi ramai sejak bermunculan kafe serta banyaknya tempat nongkrong anak anak muda, kalau yang seleranya tetap ingin di tempat makan tenda meski sudah ke kafe mereka tetap mampir ke sini apalagi pelanggan tetap,”ungkap Amir.

Selain itu lokasi yang berada dekat dengan beberapa hotel yang banyak dimanfaatkan para pebisnis untuk menginap menjadikan lokasi terlihat lebih semarak hingga dini hari. Amir bahkan mengakui dari berjualan nasi goreng setiap malam hingga pukul 01:00 WIB dini hari dirinya bisa memperoleh omzet diatas Rp.800ribu. Sementara pedagang lain yang berada di jajaran pedagang pengguna gerobak di lokasi tersebut juga mendapatkan omzet yang cukup lumayan.

Selain Amir, hampir sepanjang dua kilometer lebih beberapa pedagang lain juga memanfaatkannya sebagai peluang bisnis. Beberapa diantaranya menyediakan menu menu tradisional diantaranya jagung bakar, kacang rebus serta berbagai jajanan.

Meski demikian Amir mengakui sempat mengalami penertiban dari petugas terutama saat kebersihan di tempat berjualan di sepanjang jalan tersebut tidak dibersihkan. Beberapa pedagang yang membandel bahkan menyisakan sampah sehingga pagi harinya merepotkan petugas kebersihan.

Berbagai pembinaan yang telah dilakukan diantaranya menyediakan tempat sampah, tidak membuang sampah sembarangan telah diterapakan termasuk pilihan untuk pindah di beberapa lokasi berjualan yang telah disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan diantaranya di lapangan Korpi, wisata Kuliner Bom Kalianda serta beberapa tempat lain.

“Kalau soal lokasi, Jalan Kusuma Bangsa ini merupakan lokasi yang cocok jadi kalau kami diminta pindah akan sangat merugikan, kami nurut untuk bisa menjaga kebersihan tapi jangan diminta pindah,”ungkap Amir.

Penjaja sajian kuliner malam yang berderet rapi di sepanjang Jalan Kusuma Bangsa Kalianda

Selain memberi warna tersendiri bagi kehidupan malam di kota Kalianda, keberadaan para pedagang cukup menghidupkan suasana malam di kota Kalianda. Selain memberi kemudahan bagi masyarakat yang tidak sempat untuk masak sendiri di rumah, kehadiran usaha usaha kuliner tersebut menjadikan kota Kalianda menjadi salah satu destinasi wisata malam untuk berburu kuliner.

Jurnalis : Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Henk Widi

Lihat juga...