hut

Libur Imlek, Objek Wisata Kuliner Bom Kalianda Diserbu Wisatawan

SABTU, 28 JANUARI 2017

LAMPUNG — Libur tahun baru Cina atau Imlek berimbas pada meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke destinasi wisata kuliner Bom Kalianda, Lampung Selatan. Pengunjung luar daerah mendominasi destinasi wisata yang berada di tepi laut tersebut.

Wisata kuliner Dermaga Bom Kalianda

Salah satu pengelola kantin kuliner di wisata kuliner Bom Kalianda,  Andi (34) menyebutkan, pengunjung pada libur Imlek tahun ini kebanyakan berasal dari luar daerah.

“Sebagian besar pengunjung yang menyempatkan diri melihat lokasi destinasi wisata tersebut dilihat dari plat nomor kendaraan yang ada diantaranya berasal dari plat B (Jakarta), D (Bandung) serta BG (Palembang) yang sengaja datang untuk berlibur sekaligus pulang kampung mengunjungi kerabat untuk merayakan Imlek 2568,”sebutnya kepada Cendana News, Sabtu (28/1/2017).

Andi yang berjualan es kelapa muda serta kuliner berbahan ikan laut menyebutkan, kunjungan semakin ramai menjelang sore dan malam hari, sebab lokasi wisata kuliner Bom Kalianda kerap digunakan untuk melihat matahari terbenam (Sunset).

Beberapa kendaraan dengan plat dari luar daerah

Lokasi yang terletak di dekat dermaga dan menghadap laut lepas tersebut bahkan akan semakin menarik saat senja dengan keberadaan payung payung berukuran besar, lampu lampu hias, amphiteater yang melingkar untuk tempat bersantai.

“Sejak kemarin sudah ramai dan apalagi ini libur Imlek yang sebagian warga Kalianda merupakan keturunan Tionghoa dan dermaga Bom Kalianda dekat dengan perkampungan Tionghoa dan vihara, setelah berkumpul atau pulang kampung sebagian menyempatkan berkunjung ke dermaga Bom,”sebut Andi.

Disebutkan, meski saat ini masih dalam pengerjaan dan banyak pekerja proyek yang tengah melakukan pembuatan jogging track atau trotoar tidak menyurutkan minat pengunjung.

Dengan berbagai kuliner yang dijajakan, lokasi wisata dermaga Bom Kalianda juga dilengkapi dengan adanya tugu tupping yang semula ada di dekat masjid Kubah Intan Kalianda, beberapa fasilitas tempat duduk, serta lokasi khusus untuk menikmati suasana santai di dekat dermaga berikut lampu lampu hias dengan ornamen Siger.

Perkembangan yang signifikan, juga membuat kagum salah satu warga Kalianda yang merantau ke Jakarta, Joni (26). Perkembangan tempat wisata tersebut sangat pesat dan terjadi perubahan yang sangat bagus.

“Saya secara kebetulan berlibur ke Kalianda selama sepekan dan mendapat foto foto dari media sosial ternyata sangat bagus perkembangan tempat wisata kuliner Kalianda ini,”terang Joni.

Ia bahkan menegaskan saat ini lokasi parkir kendaraan bisa lebih luas dan tak perlu khawatir mengalami kemacetan karena dibuat jalan tembus ke arah jalan pesisir. Beberapa lokasi bagi pedagang yang akan berjualan pun disediakan secara khusus, baik di lokasi dengan adanya bangunan maupun dengan lokasi terbuka.

Lokasi yang cukup terbuka dan dipergunakan untuk masyarakat umum tanpa harus membayar biaya parkir, serta tiket masuk tersebut dari pantauan Cendana News semakin sore semakin ramai dikunjungi wisatawan yang akan menikmati suasana senja di laut Kalianda.

Bagi anak anak muda yang gemar mengambil foto baik secara swafoto maupun beramai ramai, latar belakang Gunung Rajabasa dengan adanya payung payung besar di atas amphiteater serta latar belakang saat matahari terbenam menjadi favorit.

Fasilitas di objek wisata kuliner 

Selain hendak menikmati suasana senja hari sebagian pengunjung sengaja datang ke lokasi tersebut untuk membeli ikan segar yang dijual di pasar higienis Kalianda. Pasar higienis Kalianda yang disediakan merupakan penampung ikan ikan yang didaratkan oleh nelayan dan dijual di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dermaga Bom Kalianda dengan berbagai jenis ikan segar yang bisa dibeli masyarakat sehingga dermaga Bom Kalianda sekaligus menjadi tempat perekonomian di bidang kelautan, pariwisata dan kuliner.

Jurnalis : Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Henk Widi

Lihat juga...