hut

Magda Hasmutri, Kader Damandiri Multi Talenta

MINGGU, 22 JANUARI 2017

JAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Lahir di Pekanbaru 28 Oktober 1968, Magda Hasmutri Nainggolan, Spi atau akrab disapa Magda tumbuh menjadi seorang wanita yang peduli akan lingkungan tani dan nelayan saat masuk Universitas Bung Hatta, Padang, Sumatera Barat, Jurusan Ilmu Perikanan. Menyelesaikan Strata 1 Perikanan dengan baik pada 1991, selanjutnya Magda mengadu nasib ke Jakarta untuk bekerja di Bank milik Richard Salim, di luar bidang keilmuan yang dipelajarinya selama kuliah.
Magda Hasmutri, Ketua Posdaya Melati 3 Pengadegan Jakarta Selatan
Di Jakarta ia bertemu Joko Suhartono, warga pendatang yang sudah lama tinggal di Pengadegan, Pancoran Jakarta Selatan (Jaksel). Joko menikahinya dan buah pernikahan mereka adalah satu orang putera ditambah dua orang puteri. Pada 2000, Magda dan Joko akhirnya menetap di Jalan Pengadegan Timur IV, No.41, RT08, RW01, Kelurahan Pengadegan, Kecamatan Pancoran Jaksel. Rumah Magda dan Joko inilah yang sekarang dikenal sebagai Sekretariat Posdaya Melati 3 RW01, Pengadegan, binaan Yayasan Damandiri.
Sebelum masuknya Yayasan Damandiri di Pengadegan 2015, Magda aktif sebagai kader Posyandu lansia dan balita di RW01, Pengadegan. Sementara itu, suaminya aktif di kepengurusan RW sebagai Bendahara. Ketika Damandiri masuk dan mendirikan Posdaya Melati 3 dengan Magda Hasmutri sebagai ketua, jadi sejalan dengan menguatnya pengabdian Magda kepada masyarakat kala ia juga memutuskan masuk kepengurusan Dewan pimpinan Cabang (DPC) PDIP Jakarta Selatan sebagai Wakil Ketua bidang Buruh Tani dan Nelayan. 
Ada dua kemampuan yang dimiliki Magda, yakni memberdayakan masyarakat untuk pertanian maupun perikanan, serta mengurus proses kredit atau simpan pinjam. Akan tetapi ia ternyata memilih aktif sebagai Ketua Posyandu lansia dan balita RW01 Pengadegan. 
“ Untuk Posyandu, saya memang aktif dalam pelayanan masyarakat secara rutin. Jadi ketika Posdaya masuk pertama kali, sudah tidak asing bagi saya jika Yayasan Damandiri menginginkan pemberdayaan lebih dari sebelumnya terhadap kegiatan Posyandu,” sebut Magda kepada Cendana News.
Melihat kemampuan dasar Magda tentang simpan pinjam, Yayasan Damandiri mempercayai Magda mengelola kegiatan simpan pinjam Tabungan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja) yang mereka luncurkan di Pengadegan mulai November 2016. Semua kegiatan baik interview calon peminjam, penghitungan bunga, sampai bagaimana mengedukasi warga terkait simpan pinjam dilakukan Magda untuk mensukseskan Tabur Puja demi kemajuan ekonomi warga setempat.
Hari Kas Posdaya Melati 3 Pengadegan jatuh Selasa setiap pekannya. Ini menjadi tempat Magda menunjukkan kemampuannya dalam menata perputaran kredit anggota Tabur Puja. Bersama pengurus Posdaya yang sudah dibentuknya, Magda melakukan edukasi dan pendekatan kepada masyarakat tentang Tabur Puja dalam banyak hal. 
Ia edukasi warga untuk memupuk karakter simpan pinjam yang baik, mengarahkan warga mengenai keuntungan menjadi anggota Koperasi dibandingkan kerja sama dengan rentenir serta edukasi terkait proses-proses simpan pinjam pada umumnya. Data akurat anggota Tabur Puja Posdaya Melati 3 RW01 Pengadegan saat ini adalah 117 orang anggota aktif, dengan 26 orang calon anggota yang menunggu pencairan pekan depan.
“ Sebelumnya warga sudah gemar menabung, tapi mereka menggunakan jasa rentenir yang kerap mengutip biaya dari warga. Menabung tapi tabungan terpotong cukup besar tiap bulannya itu kurang bagus, jadi saya edukasi warga untuk bergabung dengan Tabur Puja. Bahkan dengan rentenir, pinjaman warga juga pasti dipotong dalam jumlah cukup besar di awal pencairan, antara seratus sampai dua ratus ribu rupiah. Dengan ikut Tabur Puja, mereka tidak perlu lagi mendatangi rentenir baik untuk menyimpan atau meminjam uang,” tambah Magda.
Warga juga diedukasi bahwa jika mengajukan kredit dan pencairan tidak sesuai dengan pengajuan, adalah tidak etis untuk menanyakan penyebab ketidaksesuaian tersebut. Tanggung Renteng juga dijelaskan kepada warga dengan sebaik-baiknya, bahwa dana tersebut tetap milik anggota bersangkutan, bisa diambil jika berhenti ikut Tabur Puja, dan fungsinya untuk membantu sesama anggota yang kebetulan mengalami kesulitan membayar cicilan akibat satu atau lain hal.
Bahkan jika ada yang ditolak pengajuan kreditnya, Magda sebelumnya sudah mensosialisasikan kepada warga melalui pendekatan kekeluargaan. Penandatanganan dokumen simpan pinjam turut diperbaiki Magda. Bagi warga yang tidak bisa tanda tangan diarahkan cap jempol atau berusaha membuat tanda tangan dengan sederhana. 
“ Saya tekankan kepada mereka, di zaman modern, berurusan dengan pihak bank atau lembaga keuangan jadi sangat penting, dan warga harus cerdas untuk itu. Perbaikan saya lakukan bersama semua pengurus yang ada, sampai akhirnya perlahan warga setempat mulai mendapat pencerahan,” imbuh Magda.
Walau berbeda dengan latar belakang pendidikannya, akan tetapi kegiatan Posyandu lansia dan balita RW01 Pengadegan yang dipimpin Magda berjalan lancar. Magda memperhatikan setiap detil kesehatan lansia maupun balita warga. Magda memimpin tiga Posyandu di lingkungan RT08, RW01, Pengadegan. Kurang lebih 200 lansia yang ia tangani rutin setiap Selasa pekan kedua tiap bulannya. 
Sinergi dilakukan Magda baik dengan Puskesmas Kelurahan Pengadegan maupun Puskesmas Kecamatan Pancoran. Bagaimana cara ia membantu suaminya sebagai pengurus RW01 dalam membantu korban banjir di Pengadegan jadi acuan Magda untuk memahami penyakit apa saja yang kerap di derita lansia di wilayahnya.
“ Gatal, pusing, mual, tidak enak badan, darah tinggi, bahkan sampai asam urat dan tingginya kadar kolesterol. Jika ditemukan penyakit, langsung dirujuk kepada Puskesmas setempat baik Kelurahan maupun Kecamatan setelah sebelumnya mendapatkan penanganan pertama di Posyandu,” pungkas Magda.
Sebagai kader Posdaya Melati 3 Pengadegan yang selalu berupaya memberdayakan warga melalui kegiatan-kegiatan rutin, aktivitas Magda mulai dicontoh Dito, anak laki-lakinya yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Dito bahkan hafal waktu setoran sampah ke Bank Sampah RW01 Pengadegan karena selalu membantu ibunya menyetorkan sampah-sampah tersebut. 
” Pengumpulan atau penyetoran dilakukan Rabu dan Jumat setiap pekannya,” sebut Dito, kader Posdaya cilik, anak Magda.
Saat ini, selain kegiatan Posdaya Melati 3 Pengadegan, Magda juga menjalankan usaha jasa kurir khusus dokumen berharga. Ia dan suaminya sudah sejak lama menjadikan usaha tersebut sebagai salah satu sandaran hidup keluarga. Bahkan dengan masuknya Tabur Puja, Magda mendapatkan kredit bantuan guna mengembangkan usahanya tersebut. 
Awalnya Magda ingin melakukan ekspansi usaha ke beberapa pelanggan baru, namun butuh biaya awal untuk membayar karyawan. Dan Tabur Puja berhasil menjadi solusi bagi Magda dan suaminya. Dengan pinjaman Tabur Puja, Magda mampu karyawan dimuka, hingga ia lebih leluasa menunggu pembayaran tagihan para pelanggannya. Begitu seterusnya usaha Magda terus berkembang bersama Tabur Puja.

Jurnalis : Miechell Koagouw / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Miechell Koagouw

Lihat juga...