hut

Naik Perahu Angsa di Taman Mini Bersama Kawanan Bebek Lucu

MINGGU, 8 JANUARI 2017

JAKARTA, Taman Mini Indonesia Indah — Berbagai wahana menarik tersedia bagi wisatawan yang ingin menikmati waktu bersama keluarganya di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Bagi keluarga yang ingin berwisata keliling Danau Arsipel TMII, bisa memanfaatkan Wahana Angsa da Sepeda air yang lokasinya juga masih dalam satu area yang sama seperti wisata piknik, yakni sekitar Anjungan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hingga Anjungan Provinsi Jawa Tengah (Jateng). Tepatnya, Wahana Angsa dan Sepeda air berada di muka pintu masuk ke Anjungan Provinsi Jawa Tengah atau tidak jauh dari bawah jembatan Danau Arsipel.
Kiri atas: Antrian perahu angsa dan sepeda air; Kanan atas: Menikmati naik Angsa manual bersama si buah hati; Kiri bawah: Perahu siap berangkat; Kanan bawah: Kawanan bebek lucu perlahan mendekati dermaga
Dermaga Danau Arsipel, begitulah nama tempat pembelian tiket sekaligus start naik Wahana Angsa dan Sepeda air TMII. Pengunjung turun ke pinggir danau dan langsung masuk loket pembelian tiket yang sudah dijaga petugas dermaga. Ada beberapa jenis Angsa dan Sepeda air, yaitu Angsa manual, Angsa mesin dan Sepeda air. Angsa manual adalah sejenis perahu berbentuk angsa yang ditumpangi dua orang, dan perahu bergerak diatas air dengan cara dikayuh oleh penumpangnya.
Angsa mesin adalah perahu berbentuk angsa yang digerakkan mesin dengan penumpang maksimal 8 (delapan) orang. Sedangkan Sepeda air adalah berbentuk perahu kano untuk 1 (satu) orang, lengkap ornamen menarik seperti layaknya sepeda kayuh. Agar perahu ini bisa bergerak di atas air, penumpang harus mengayuhnya.
Karena ada jenis menggunakan mesin dan manual, harga tiket juga terbagi dua. Pertama, Tiket Amvibi manual, masuk di dalamnya Angsa manual dan Sepeda air. Satu perahu dipatok harga Rp 30.000 per orang, durasi 30 menit, dengan jumlah penumpang Angsa manual dua dewasa ditambah satu anak di bawah usia 7 tahun. Kedua, Tiket Angsa mesin dipatok harga Rp 20.000 per orang, kapasitas 8 orang per unit, durasi satu kali mengitari danau dengan anak usia 2 tahun ke atas sudah bayar tiket penuh.
“ Demi keamanan untuk Angsa manual, bobot berat badan yang naik diakumulasi hanya 150 kilogram. Sedangkan Angsa mesin bobot berat badan yang naik secara akumulasi 400 kilogram. Ini untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti perahu tenggelam atau terbalik di tengah danau. Dan untuk Angsa mesin akan didampingi seorang pengawas atau guard sepanjang perjalanan berkeliling danau,” terang Puji, penjaga dermaga kepada Cendana News.
Animo pengunjung TMII untuk berakhir pekan naik Angsa dan Sepeda air sangat besar. Terbukti beberapa keluarga rela antri menunggu giliran dengan sabar di dermaga. Sementara itu, pengunjung-pengunjung lain terus masuk melakukan pembelian tiket. Artinya mereka tidak terpengaruh antrian naik perahu, itulah mengapa disebutkan animo mereka begitu tinggi untuk wahana wisata yang satu ini di TMII.
“ Tiap datang ke taman mini selalu naik ini bersama keluarga. Dan tidak pernah bosan walau antrian lumayan panjang. Namanya wisata ya nikmati saja, lagipula di dermaga bisa berfoto bersama lalu ada hiburan rombongan bebek sungguhan juga,” kata Hesti, seorang ibu muda.
Masing-masing pengunjung tampak menikmati suasana libur akhir pekan di TMII, khususnya di Wahana Angsa dan Sepeda air. Bagi yang naik Angsa manual, mereka akan membawa serta anak mereka yang masih kecil sambil bercanda ria di atas perahu. Sedangkan bagi yang naik Angsa mesin, mengangkut seluruh keluarga lintas generasi untuk menambah keakraban dan keasyikan wisata keluarga. 
Saat melewati tepian danau di depan Anjungan provinsi mulai dari DIY, Jawa Timur hingga Bali, tak henti para penumpang Angsa mesin melambai-lambaikan tangan kepada mereka yang duduk di tepian danau. Ternyata itu semua adalah rekan, keluarga maupun tetangga yang datang bersama-sama wisata di TMII.
Cendana News sempat penasaran dengan cerita Hesti, ibu muda tentang rombongan bebek sungguhan. Menurut penjaga dermaga yang lain, ia juga kurang paham apakah bebek-bebek itu milik penduduk sekitar area taman mini atau pengelola. Tapi yang jelas, rombongan bebek selalu berada di danau, berputar-putar keliling dana, lalu serta merta muncul dari bawah jembatan untuk kemudian berenang kian kemari ke tepi dermaga seolah menghampiri dan menyapa pengunjung.
Naik Angsa mesin keliling Danau TMII
Benar saja, setelah menunggu selama kurang lebih 15 menit, Cendana News berhasil mendapati rombongan bebek tersebut. Lima ekor, lucu menggemaskan, berwarna hitam dan berenang perlahan menuju tepian dermaga. Sepertinya, pengalaman menunggu rombongan bebek ini menggugah keinginan untuk mengunjungi Taman Burung TMII yang sudah terkenal hingga ke mancanegara. Kalau begitu, nantikan kisah perjalanan berikutnya dari Cendana News pada libur akhir pekan depan di TMII.

Jurnalis : Miechell Koagouw / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Miechell Koagouw

Lihat juga...