hut

Oknum Pegawai BNPB Aniaya Satu Keluarga di Manokwari

JUMAT, 6 JANUARI 2017

MANOKWARI — AW, oknum Pegawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Papua Barat (PB) digelandang di Mapolsek Kota, lantaran menganiaya satu keluarga di jalan Taman Ria Manokwari, Selasa (3/1/2017).
salah satu korban penganiayaan
Korban yang dianiaya pelaku diantaranya, Mohamad Abdul Iksan, Ahmad Faijun dan Siroj yang merupakan satu keluarga serta tetangga korban satu keluarga, Daeng Patola, pemilik Mebel. Akibat penganiayaan tersebut, sejumlah Korban mengalami luka di kepala dan wajah karena hantaman kayu balok berukuran 55 cm. 
“Saya hanya imbas dari kemarahan AW saja, tiba-tiba langsung memukul saya dengan menggunakan kayu balok di bagian kepala, padahal dia kan bermasalah dengan Daeng Patola pemilik Mebel,“ urai Ahmad Faijun menggambarkan kejadian yang menimpanya, kamis (5/1/2017).
Dijelaskan korban, saat itu pelaku datang dan meminta kepada Daeng Patola agar bersedia membayar ganti rugi tanah yang ditempatinya, pelaku beranggapan tanah tersebut merupakan miliknya.
“Setelah menganiaya korbannya bernama Daeng Patola, pelaku Melihat orangtua saya (Siroj) keluar rumah, tujuan korban menanyakan apa masalah sebenarnya, justru pelaku menganiaya orang tua saya, serta menganiaya lainnya yakni Agus dan Mohamad Iksan yang juga merupakan kakak ipar saya,“ tutur Fajun.
Kanit Serse Polsek Manokwari Kota, Iptu B Limbong ketika di konfirmasi membenarkan kejadian menimpa korban, dari hasil pemeriksaan awal terhadap pelaku, diketahui merupakan oknum Pegawai BPBD PB. 
Informasi diperoleh dari warga sekitar, menyaksikan aksi koboi pelaku, pelaku mengaku berlagak anggota TNI. lantaran mengenakan kaos loreng, Namun setelah dilakukan pemeriksaan intensif Polisi, pelaku mengelak dan mengatakan dirinya bukan anggota TNI.
“Memang pelaku ini menggunakan Baju kaos Loreng mirip TNI, namun setelah kami interogasi, ternyata dia bukan anggota, hanya pegawai di BPBD PB,“ terang  Limbong.
Berbeda dengan keterangan Ahmad Faijun, hasil pemeriksaan menyebutkan, aksi penganiayaan didasari pelaku kesal karena barang pesanan miliknya di Mebel milik Daeng Patola belum kunjung selesai, padahal katanya pesannya sudah lama.
Untuk saat ini, Pelaku diamankan di tahanan Polsek Kota dengan barang bukti satu meter kayu Balok, berukuran 55 Cm yang digunakan untuk menganiaya para Korban. Akibat penganiayaan tersebut, sejumlah korban mengalami luka. di bagian kepala dan wajah, sedangkan Daeng Patola mengalami luka memar di badannya,  para Korban pun dilarikan ke Rumah Sakit Fasharkan TNI Angkatan Laut dan Puskemsas Sanggeng guna mendapat perawatan medis.

Jurnalis : Takdir / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Takdir

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!