hut

Peduli Sampah bersama Malang Bebas Sampah dan Ngalam Community

SELASA, 31 JANUARI 2017

MALANG —Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional pada 21 Februari 2017 mendatang, dengan mengusung slogan Resik resek Ngalam (Bersih Sampah Malang),  Malang Bebas Sampah berkolaborasi dengan Ngalam Community akan menggelar berbagai kegiatan selama hampir sebulan penuh guna mewujudkan Malang Bebas Sampah. Kegiatan tersebut rencananya akan dimulai pada 5 Februari sampai dengan 26 Februari 2017. Ngalam Community sendiri merupakan paguyuban dari berbagai komunitas se-Malang Raya yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Koordinator Malang Bebas Sampah, Andi Hardiansyah.

“Kegiatan ini sendiri nantinya diikuti berbagai pihak di antaranya 180 komunitas, instansi pemerintah, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, sekolah, pihak swasta, musisi, dan masyarakat umum,” jelas koordinator Malang Bebas Sampah, Andi Hardiansyah, saat konferensi pers di Gembira Cafe, Selasa (31/1/2017). Agenda kegiatannya sendiri diadakan di empat tempat, yakni di sungai, pegunungan, pantai dan pusat keramaian. Dari dinas terkait sementara ini yang akan ikut adalah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang yang akan membantu dalam pengangkutan sampah.

Kegiatan pertama akan dimulai pada 5 Februari di Desa Kemantren, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Di area ini komunitas lokal dibantu Ngalam Community akan bersama-sama membersihkan sungai, mengadakan workshop daur ulang sampah dan pengenalan budaya Jabung. Setelah itu, kemudian dilanjutkan pembersihan Salvinia yang menutupi Danau Ranupani dan juga diskusi penyelesaian sampah pendaki gunung di Desa Ranu Pani Senduro, Kabupaten Lumajang, pada 11-12 Februari 2017. Pada 18-19 Februari, kegiatan berada di dua tempat, yaitu membersihkan Pantai Kondang Merak dan menanam mangrove serta berdiskusi mengenai isu pantai. Sedangkan di tempat yang kedua, yaitu berada di Gunung Panderman kota wisata Batu yang digerakkan oleh forum siswa pecinta alam se-Malang Raya. Pada 24-26 dilakukan Jambore Bebas Sampah Kabupaten Malang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talang Agung Malang yang digerakkan Ngalam Waste Bank.

Sedangkan puncak acara pada 26 Februari 2017 berada di Brawijaya Edupark. Di acara puncak tersebut, pada pagi hari akan dilakukan edukasi dan aksi langsung petik sampah di jalanan Kota Malang yang dimulai dari Balai kota menyebar ke tiga titik, yaitu sekitar kampung wisata Jodipan, area pasar besar Kota Malang dan area Car Free Day di jalan besar Ijen yang selanjutnya diakhiri dengan melakukan hash mob bersama di lingkar tugu balai kota Malang.

Sementara itu, menurut pria yang juga akrab disapa Andi Kodok tersebut, menyebutkan bahwa permasalahan sampah di Malang kebanyakan masih bersumber dari kurangnya kesadaran dari masyarakat terhadap kebersihan terutama kebersihan lingkungan. Hal tersebut terbukti dari masih seringnya dijumpai masyarakat yang tidak membuang sampah pada tempatnya. Menurutnya, titik kronis sampah di Malang yaitu berada di daerah bantaran sungai dan tempat wisata.

“Oleh sebab itu melalui kegiatan gerakan Malang Bebas Sampah yang salah satu kampanyenya adalah malu membuang sampah sembarangan, diharapkan masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan dan meluangkan waktunya untuk lebih bisa mengolah sampahnya sendiri,” ucapnya.

Targetnya, lanjutnya, pada 2020 sudah bisa mengurangi 40% volume sampah yang ada di Malang. Tidak hanya mengurangi sampah yang ada di TPA, tapi juga membuat pengolahan-pengolahan sampah sehingga menjadi sesuatu barang yang baru dan berguna seperti produk-produk kreatif atau bahan bakar.

Lebih lanjut Andi mengaku, kegiatan ini merupakan kegiatan yang kedua. Pada tahun sebelumnya juga pernah diadakan dan dikuti oleh 88 komunitas.

Suasana jumpa pers.

“Dibandingkan penyelenggaraan sebelumya, pada tahun ini jumlah komunitas dan pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan ini semakin banyak sehingga dengan begitu diharapkan target Malang Bebas Sampah bisa terwujud,” pungkasnya.

Jurnalis: Agus Nurchaliq / Editor: Satmoko / Foto: Agus Nurchaliq

Lihat juga...