hut

UNISKA Banjarmasin Gelar Lomba Tatas Praja PMR

JUMAT, 27 JANUARI 2017

BANJARMASIN — Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) Kota Banjarmasin, menggelar lomba tangkas kreativitas Palang Merah Remaja (Tatas Praja) se-Kalimantan Selatan. Lomba yang digelar kelima kalinya ini diikuti 29 PMR, berasal dari sejumlah daerah di Kabupaten dan Kota di Kalimantan Selatan.

Peserta Tatas Praja V yang digelar di Kampus UNISKA, Kota Banjarmasin.

“Lomba ini bertujuan melatih pegiat Palang Merah Remaja, untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan keterampilan,” ujar Ketua Pelaksana Tatas Praja, Sayid Muhammad Iqbal, saat ditemui Cendana News di kampus setempat, Jumat (27/1/2017).

Ketua Pelaksana Tatas Praja PMR V, Sayid Muhammad Iqbal.

Menurut Sayid, 29 peserta itu terdiri dari 21 Tim PMR Kelompok Wira atau setingkat Sekolah Menengah Atas dan Sederajat dan 8 Tim PMR Kelompok Madya atau setingkat Sekolah Menengah Pertama. Sayid mengakui ada penurunan jumlah peserta lomba Tatas Praja kali ini, karena sekolah lain juga menghelat kegiatan serupa dalam waktu berdekatan.

“Tahun lalu diikuti oleh tiga puluh tim. Meski ada penurunan peserta, kami ingin setiap peserta bisa mengambil substansi lomba ini, dan kami berharap pegiat PMR semakin terlatih dan sigap ketika menghadapi kondisi dinamis di lapangan,” kata Sayid.

Panitia membagi 4 mata lomba yang terdiri dari lomba tandu tutup mata, lomba pendidikan remaja sebaya, lomba mading (majalah dinding –red) tiga dimensi, dan paduan suara. Setiap mata lomba diisi campuran pria dan wanita dengan komposisi peserta berlainan. Peserta lomba tandu tutup mata, misalnya, terdiri atas 3 orang campuran.

Sayid mengatakan, indikator penilaian lomba terdiri dari kekompakan tim dan daya kreativitas individu dalam menghadapi halang-rintang. “Kami pilih juara satu sampai harapan tiga. Juara umum berhak membawa piala bergilir,” kata Sayid, seraya menambahkan ada uang pembinaan bagi setiap  pemenang.

Sementara itu, salah seorang peserta dan pegiat PMR asal SMK Peternakan dan Pertanian di Kabupaten Tanah Laut, Muhammad Noor, mengaku antusias ikut lomba karena ingin mencari pengalaman. Menurut Noor, materi lomba semacam ini sangat bermanfaat melatih kemahiran pegiat PMR saat menghadapi dinamika lapangan. “Saya juga bisa sosialisasikan materi lomba ke teman-teman di sekolah dan saling tukar pengalaman antar sekolah. Aktivitas PMR kan bersentuhan langsung dengan upaya pertolongan terhadap manusia,” ujar siswa kelas XI itu.

Jurnalis: Diananta P. Sumedi/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Diananta P. Sumedi

Lihat juga...