hut

Yulianto, Mahasiswa Unmuh Ponorogo Ini Mengabdikan Diri di Panti Asuhan

SELASA, 24 JANUARI 2017

PONOROGO — Yulianto (21), salah-satu mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Ponorogo, memilih mengabdikan hidupnya menjadi salah-satu pengurus di Panti Asuhan Nurus Syamsi, Bungkal, sejak 2013. Pemuda asal Kecamatan Jambon, Ponorogo, ini awalnya merupakan santri di panti asuhan itu, lalu sesuai arahan Ustadz Mujianto, ia mengikuti kaderisasi di Perserikatan Muhammadiyah dan lulus menjadi pengurus.

Yuliyanto.

Selain menjadi pengurus di Panti Asuhan Nurus Syamsi, Yulianto juga sebagai Staf Administrasi di Forum Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak dan Staf Administrasi di Forum Komunikasi Panti Asuhan Islam. Jiwa sosialnya yang tinggi, menjadikannya pribadi seperti sekarang ini yang berkecimpung di dunia anak dan panti asuhan. “Awalnya, saya anak panti juga, karena saya tidak pernah tahu wajah bapak saya dan belum pernah bertemu hingga sekarang ini, maka timbul jiwa sosial saya hingga mengantarkan saya seperti sekarang ini,” jelasnya, Selasa (24/1/2017).

Mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Islam ini, juga mengaku mendapatkan dukungan penuh dari pihak keluarga terkait aksi sosialnya. Bahkan, ia pulang ke rumah hanya pada hari Sabtu saja, dan selebihnya digunakan untuk mengurus dan menjaga Panti Asuhan Nurus Syamsi. Meski pekerjaan tersebut sebenarnya mulia, namun tidak jarang Yulianto justru mengalami cemoohan dan pandangan sinis dari masyarakat. “Sering dikira juragan proposal, mencari yang tidak-tidak,” tuturnya.

Padahal, katanya, niatannya baik untuk membantu kebutuhan para santri yang ada di panti asuhan. Beruntung, tidak semua masyarakat berpikiran seperti itu. Bahkan, teman-teman kampusnya sering mengadakan acara sosial di Panti Asuhan Nurus Syamsi seperti buka bersama bersama para santri di saat bulan Ramadhan. “Teman-teman saya ada yang sudah mengajar di beberapa sekolah di Ponorogo, bahkan saat penerimaan siswa baru, kami dibantu peralatan sekolah, baik berupa buku dan alat tulis lainnya,” terangnya.

Yuliyanto berharap, ke depan pemerintah lebih memperhatikan nasib anak-anak panti asuhan, karena anak-anak panti asuhan tidak hanya butuh uang saja, tapi juga perhatian. “Kemajuan anak-anak panti itu yang paling utama, terutama masalah kesejahteraan seperti kesehatan dan pendidikannya, agar masa depan mereka lebih terjamin,” pungkasnya.

Jurnalis : Charolin Pebrianti / Editor : Koko Triarko / Foto : Charolin Pebrianti

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com