136 Warga Karanganyar Berangkat Aksi 112 di Jakarta

114

JUMAT, 10 FEBRUARI 2017

SOLO —- Sebanyak 136 warga Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, memtuskan untuk berangkat ke Jakarta mengikuti aksi bela Fatwa MUI, Jumat petang (10/2/2017). Seratusan warga  yang berasal dari berbagai elemen islam di Bumi Intan Pari ini berangkat menggunakan 5 bus dari halaman Masjid Agung Karanganyar.

Ratusan warga Karanganyar siaga ikuti aksi 112 di Jakarta.

Fadlun Ali selaku koodinator rombongan mengatakan, keberangkatan 136 warga Karanganyar ke Jakarta untuk memberikan dukungan dalam aksi dan doa bersama  yang akan dilaksanakan di Masjid Istiqlal pada hari Sabtu (11/2/2017), besok. Aksi ini merupakan lanjutan dari aksi-aksi bela Islam sebelumnya yang juga dari Karanganyar memberangkatkan peserta ke Jakarta.

“Kita berangkat bersama-sama  sebagai bentuk perjuangan untuk  mengawal fatwa MUI. Kami juga menekankan untuk seluruh rombongan untuk tidak melakukan tindakan anarkis, karena aksi yang dilakukan adalah aksi damai,” ungkap Ali saat persiapan sebelum berangkat ke Jakarta.

Yang tak kalah penting, lanjut dia, seluruh peserta aksi 112 di Jakarta diharapkan mewaspadai  provokasi yang dapat mengganggu jalannya aksi damai tersebut. Sebab, dari pengalaman aksi bela Islam sebelumnya, seringkali adan oknum yang tidak bertanggung jawab yang ingin memanfaatkan momentum  tersebut.

“Semua yang berangkat kita minta untuk tidak terprovokasi. Semuanya satu komando dengan rombongan,” tegasnya.

Bupati Karanganyar, Juliatmono, secara terpisah mengimbau agar warga Karanganyar tidak berangkat ke Jakarta. Orang nomor satu di Bumi Intan Pari itu meminta seluruh masyarakat menyerahkan persoalan kasus peninstaan agama itu kepada penegak hukum.

“Kami mengimbau agar masyarakat tidak usah berangkat ke Jakarta. Masih banyak yang bisa dilakukan di Karanganyar. Kita serahkan sepenuhnya kepada penegak hukum,” kata Bupati Karanganyar.

Hal serupa juga diungkapkan Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri  Simanjutak, yang menekankan akan bahayanya mobilisasi massa dalam jumlah besar. Sebab, adanya massa yang sangat banyak yang berkumpul dalam satu kegiatan dapat disusupi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. 

“Saya mengimbau agar warga tidak berangkat ke Jakarta untuk mengikuti aksi 112. Saya kira kita semua sepakat untuk menjaga persatuan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia  (NKRI),”  pungkas Kapolres.

Jurnalis: Harun Alrosid / Editor: Satmoko / Foto: Harun Alrosid

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.