banner lebaran

15 dari 1.000 Wanita di DIY Berpotensi Terkena Kanker Serviks

17

SABTU, 4 FEBRUARI 2017

YOGYAKARTA — Kementerian Kesehatan akan melakukan imunisasi gratis bagi anak-anak usia sekolah dasar untuk mencegah timbulnya penyakit kanker serviks yang ditimbukan oleh Human Papilloma Virus (HPV).  Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ditunjuk menjadi daerah percontohan yang akan dilakukan pada Agustus 2017 di dua kabupaten yakni Gunungkidul dan Kulonprogo.

Kepala Bidang Penanggulangan Pencegahan Masalah Kesehatan, Dinas Kesehatan DIY, Elvy Efendy

Kepala Bidang Penanggulangan Pencegahan Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan DIY, Elvy Efendy mengatakan, dua kabupaten tersebut dipilih karena memiliki tingkat resiko cukup tinggi. Penyebabnya diantaranya, angka pernikahan dini tinggi di wilayah tersebut. Pernikahan di bawah usia 20 tahun yang memicu timbulnya kanker serviks.

“Kanker serviks lebih banyak menyerang pada wanita yang melakukan pernikahan dini, di bawah usia 20 tahun. Di DIY angka penderita kanker serviks menduduki peringkat kedua, setelah HD atau cuci darah. Prefalensinya 1,5 persen dari jumlah penduduk. Artinya dari 1.000 orang ada 15 orang berpotensi terkena kanker serviks,” ujarnya.

Elvy mengatakan, saat ini pihaknya tengah melalukan pendataan bagi siswa yang ada di dua kabupaten tersebut. Diperkirakan sedikitnya akan ada sebanyak lebih dari 24 ribu murid SD wanita yang akan diimunisasi. Imuniasi ini direncanakan akan menyasar murid kelas 5 dan 6 selama 2 tahun yakni 2017-2018. Usia kelas lima hingga enam itu dipilih karena pada usia itulah perkembangan siklus hormonnal pertama kali muncul.

Lebih lanjut dijelaskan, imunisasi baru bisa dilakukan pada jenis kanker serviks. Selama ini imunisasi kanker serviks masih sangat jarang dilakukan secara masal di Indonesia kerena biaya yang sangat mahal. Tercatat hanya DKI Jakarta saja yang sanggup melasanakannya. Padahal merupakan salah satu penyakit mematikan dengan biaya pengobatan sangat besar.

“Kenapa imunisasi ini dilakukan, karena dari hitung-hitungannya, biaya pencegahan yakni dengan cara imuniasi akan jauh lebih murah dibandingkan biaya penanganan ataupun pengobatan saat ini. Tahun 2016 saja pemerintah mengeluarkan biaya sebesar 2 Trilyun lebih untuk penanganan kanker serviks ini. Sehingga diharapkan dengan imunisasi akan dapat menghemat biaya negara, ” jelasnya.

Jurnalis : Jatmika H Kusmargana / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Jatmika H Kusmargana

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.