banner lebaran

205 Tahun Berdiri, Kadipaten Pakualaman Gelar Aksi Budaya

67

RABU, 8 FEBRUARI 2017

YOGYAKARTA — Kadipaten Pakualaman Yogyakarta menggelar sejumlah kegiatan budaya untuk memeriahkan Pengetan Hadeging Kadipaten Pakualaman atau Peringatan Berdirinya Kadipaten Pakualaman ke-205 dalam waktu dekat ini. Sejumlah kegiatan itu digelar mulai dari acara adat dan religi di lingkungan kraton, hingga sejumlah lomba yang bisa diikuti masyarakat umum.

KPH Indrokusumo (pegang mikropon).

Ketua Umum panitia peringatan Hadeging Kadipaten Pakualaman, Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Indrokusumo, menyatakan, Kadipaten Pakualaman secara de vacto berdiri sejak 22 Juni 1812 Masehi atau bertepatan dengan 11 Jumadilakir Alip 1739 dalam tahun Jawa, yang ditandai dengan diangkatnya BPH Notokusumo yang merupakan putra Sultan HB I menjadi pangeran mardika.

Sementara, secara de jure, Kadipaten Pakualaman resmi berdiri pada 17 Maret 1813 Masehi atau bertepatan dengan 14 Maulud Ehe 1740 dalam tahun Jawa, ditandai dengan BPH Notokusumo secara resmi menyandang gelar KGPA Pakualam I. 

“Peringatan Hadeging Kadipaten Pakualaman tahun ini diselenggarakan berdasarkan perhitungan tahun Jawa, yang tahun ini genap berusia 205 tahun,” ujarnya di Puro Pakualaman, Rabu (08/02/2017).

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, peringatan berdirinya Kadipaten Pakualaman ini selalu dimeriahkan dengan berbagai kegiatan budaya, sebagai bentuk komitmen KGPA Pakualam ke X selaku Pengemban Kebudayaan sekaligus pemimpin tertinggi Kadipaten Pakualaman. Dijelaskan, sejumlah kegiatan sendiri sudah dimulai sejak 1 Februari lalu dengan acara Bucalan dan Sugengan (selamatan) serta Nyekar (ziarah ke makam leluhur).

“Selain itu akan ada pula sejumlah lomba bagi masyarakat umum. Mulai dari lomba sayembara macapat, lomba jemparingan mataraman tingkat nasional, lomba lukis, lomba mewarnai corak batik Pakualaman, lomba tembang Jawa dolanan anak, lomba tari klasik, hingga festival sepeda dan lomba pacuan kuda,” ujarnya.

Berbagai macam kegiatan tersebut berlangsung saat ini hingga pada 21 Mei 2017 mendatang. Yakni dengan puncak acara berupa mujahadah yang akan dilaksanakaan pada 4 Maret 2017.

“Berbagai macam lomba ini bisa diikuti masyarakat mulai usia SD hingga orang dewasa. Seperti misalnya lomba lukis dan lomba tari klasik untuk pelajar SD-SMA, lomba mewarnai corak batik Pakualaman untuk ibu-ibu, lomba jemparingan dan sepeda untuk remaja hingga bapak-bapak. Selain memperebutkan tropi bergilir Pakualam ke-X juga tersedia hadiah uang pembinaan,” katanya.

Jurnalis: Jatmika H Kusmargana / Editor: Satmoko / Foto:  Jatmika H Kusmargana

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.