banner lebaran

680.172 Penduduk Indonesia Alami Jantung Koroner

38

KAMIS, 2 FEBRUARI 2017

MANADO — Sebanyak 680.172 penduduk Indonesia mengalami penyakit jantung koroner. Hal ini ditegaskan Direktur Utama (Dirut) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), Fachmi Idris, kepada Cendana News, Kamis (2/2/2017).

Kepala Cabang BPJS Kesehatan Manado, Dokter Greisthy Borotoding (kiri baju batik) bersama Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Sulut.

Menurutnya, data itu merupakan data tahun 2016 dari peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang telah melakukan pemeriksaan kesehatan di seluruh Indonesia.

Dia mengatakan, penyakit jantung koroner merupakan salah satu penyakit kronis yang gejalanya sering diabaikan oleh masyarakat Indonsesia. Oleh karena itu sejak dini perlu dilakukan pengecekan dengan menggunakan fasilitasi yang telah disediakan oleh BPJS kesehatan. Melalui skrining riwayat kesehatan karena jika menggunakan fasilitas umum maka masyarakat akan mengeluarkan biaya yang sangat besar.

“Untuk data sebanyak 680.172 penyakit jantung koroner merupakan peserta BPJS yang masuk kategori risiko rendah, kemudian terdapat 57.692 peserta risiko sedang dan ada sebanyak 1.956 peserta dengan risiko tinggi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Cabang BPJS Kesehatan, Cabang Manado, dr. Greisthy Borotoding mengungkapkan, biaya pengobatan untuk pemasangan ring cukup tinggi. Berkisar Rp 60 juta. Oleh karena itu diharapkan masyarakat yang belum menjadi peserta BPJS baik mandiri atau perusahaan bisa segera mengurus ke kantor BPJS terdekat. Agar bisa merasakan manfaat dan keuntungannya karena dengan menjadi peserta JKN-KIS dengan gotong royong, semua tertolong.

“Kita menargetkan di tahun 2017 ini peserta JKN-KIS di Manado bisa mencapai 85% agar semakin banyak masyarakat bisa mendapatkan jaminan sosial dan pelayanan kesehatan dengan baik,” harapnya.

Jurnalis: Ishak Kusrant / Editor: Satmoko / Foto: Ishak Kusrant

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.