70 Persen Pembelajaran di SMK Diarahkan Praktek Langsung

364

SABTU, 4 FEBRUARI 2017

SLEMAN — Presiden RI, Joko Widodo menegaskan, pemerintahannya saat ini tengah melakukan perombakan besar terhadap sistem pembelajaran di lembaga pendidikan, khususnya di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan atau SMK. Perombakan itu dilakukan dalam rangka mengubah program pendidikan di tingkat SMK yang selama ini lebih banyak teori, ke arah praktek.

“Kita memang punya program besar untuk merombak sekolah kejuruan. Vocational School harus lebih banyak prakteknya,” ujarnya seusai melakukan acara penyerahan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada para siswa mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, SMK maupun SLB di SMKN 1 Tempel, Sleman, Sabtu (04/02/2017).

Selain proses pembelajaran yang lebih ke arah praktek, Presiden Joko Widodo juga menyebutkan 70 persen guru-guru di tingkat SMK juga harus mampu mengajarkan berbagai bidang keahlian sesuai keahlian masing-masing.

“Guru-gurunya juga harus guru yang produktif. Artinya bisa melatih. Misalnya melatih pemasaran, melatih IT, asembling otomotif, bangunan, elektronika dll. Itu yang kita inginkan. 70 persen gurunya harus seperti itu. Bukan guru yang normatif,”  jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, selain itu pemerintah sendiri saat ini juga telah melakukan kerjasama dengan pihak industri dalam rangka menjalankan program vokational training. Hal ini dilakukan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan tenaga di dunia industri sekaligus menyerap tenaga lulusan SMK.

“Dengan kerjasama ini maka akan bisa diterapkan langsung. Siswa jurusan pemasaran atau marketing misalnya akan bisa langsung prsktek belajar bagaimana memasarkan produk, melayani konsumen, dsb,” katanya.

Menteri Pendidikan Muhadjir Effendi

Sementara itu, Menteri Pendidikan, Muhadjir Effendi, yang turut hadir mendampingi Presiden Joko Widodo menyebutkan, pihak pemerintah telah menggandeng sebanyak 150 unit dunia usaha untuk bekerjasama dengan sekolah SMK. Salah satu contohnya SMK N 1 Tempel yang telah menggandeng dunia usaha untuk membuat sebuah bisnis center di sekolah.

“Tahun ini akan ada sebanyak 300 sekolah yang memiliki patner bisnis. Ini hanya khusus untuk dunia usaha. Selain itu masih ada kerjasama dengan dunia industri. Karena memang kita menginginkan 70 persen pembelajarsn siswa SMK itu bisa praktek langsung dengan masuk dunia industri dan dunia usaha,” pungkasnya.

Jurnalis : Jatmika H Kusmargana / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Jatmika H Kusmargana

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.