Ajang Silaturahmi, Teater Pelangi UM Gelar Festival Monolog

196

SABTU, 11 FEBRUARI 2017

MALANG — Untuk pertama kalinya Teater Pelangi Universitas Negeri Malang (UM) menggelar sebuah acara bertajuk Festival Monolog Mahasiswa se-Malang Raya. Festival yang diikuti sebanyak 22 peserta tersebut dihelat di Laboratarium Drama gedung E6 lantai 2 Fakultas Sastra UM.

Aksi peserta Monolog

“Dalam acara ini kami memiliki konsep tantangan seorang aktor. Dimana tidak ada set panggung, tidak musik dan tidak ada permainan lampu. Panitia hanya menyediakan satu set kursi yang boleh digunakan atau bisa juga tidak digunakan,” jelas koordinator acara, Hafidh kepada Cendana News, Sabtu (11/2/2017).

Menurutnya, tidak terdapat tema khusus pada festival tersebut. Akan tetapi para peserta diberikan lima pilihan naskah monolog untuk dipentaskan yaitu Teror, Pelacur karya Putu Wijaya. Alien, Kembang Mawar karya Nano Riantiarno serta Perempuan Pidato Perkawinan karya Arswendo Atmoeiloto.

“Setiap peserta kami kasih waktu hanya dua menit setiap penampilan,” terangnya.

Lebih lanjut Hafidh mengaku bahwa jumlah peserta yang mengikuti festival kali ini lebih sedikit daripada yang ia targetkan. Ia beralasan pelaksanaan festival bertepatan dengan masa libur mahasiswa.

“Sebenarnya kami menargetkan 30 hingga 40 peserta, tapi kenyataannya hanya 22 yang ikut festival. Hal tersebut bisa kami pahami, selain karena acaranya baru pertama kali diadakan, pelaksanaan festival juga bertepatan dengan libur mahasiswa,” ungkapnya.

Hafidh (kiri)

Hafidh menyebutkan, tujuan diadakan festival Monolog bukan untuk kompetisi atau lomba, tetapi sebagai ajang mempertemukan teman-teman mahasiswa penggiat teater agar bisa saling bersilaturahmi.

“Selama ini ada kesan terdapat sekat atau tembok besar di antara mahasiswa penggiat teater, meskipun sebenarnya tidak ada. Lewat festival ini, kami ingin menyatukan mereka semua agar bisa saling bersilaturahmi,” ucapnya.

Ke depannya, ia berharap kegiata festival monolog tidak hanya dilakukan di Teater Pelangi UM, tetapi juga bisa diadakan di kampus lain, sehingga bisa menjadi kegiatan bergilir antar kampus.
Sementara itu meskipun bukan merupakan kompetisi, pihak panitia festival Monolog tetap akan memilih tiga penampil terbaik untuk mendapatkan uang tunai, trofi dan sertifikat.

Jurnalis : Agus Nurchaliq / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Agus Nurchaliq

Baca Juga
Lihat juga...