Ajeng: Tabur Puja Damandiri Pilihan Tepat Modal Usaha dan Menabung

82

MINGGU, 12 FEBRUARI 2017

JAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Sebagai salah satu pengurus Tabungan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja) Posdaya Bacang binaan Yayasan Damandiri RW02 Srengseng Sawah, Budi Lestari atau karib disapa Ajeng sadar betul betapa Tabur Puja sangat dibutuhkan oleh masyarakat setempat. Dari berkeliarannya para oknum banke (bank keliling) yang mencari mangsa warga butuh dana cepat, sampai banyaknya usaha mikro yang butuh sentuhan modal usaha bunga ringan. Satu persatu masalah itu bisa selesai melalui Tabur Puja, begitu yang ada dibenak Ajeng.

Kegiatan Posbindu PTM Bacang

Jauh sebelum menikah pada 1993, Ajeng sudah memiliki ketertarikan berkecimpung di dunia usaha. Baginya, semua pedagang disebut pengusaha, terlepas dari besar atau kecil usaha yang dijalankan. Ajeng sudah lama menggeluti sebuah usaha MLM (multi Level Marketing). Bahkan dalam satu bulan, target belanja resminya sebagai seorang agen saat ini sudah menyentuh jumlah Rp 8 Juta.

Dan sejak menikah, kegiatan usaha Ajeng bertambah dengan jual-beli pakaian dari tanah abang ke Solo, dan batik Solo ke Jakarta. Dengan kondisi suami yang masih bekerja di perusahaan property terkemuka, mudah saja baginya untuk menghentikan semua kegiatan usaha. Akan tetapi, cara pandang Ajeng bahwa perempuan harus mampu berdaya-guna dalam membantu suami mencari nafkah telah menyuburkan usahanya hingga sekarang ini.

Pengalaman Ajeng sebagai seorang pengusaha MLM serta jual-beli pakaian membawanya bergabung menjadi anggota Tabur Puja, namun bukan sebagai pemanfaat pinjaman modal usaha mikro melainkan untuk menabung.

“ Saya masuk menjadi anggota Tabur Puja sejak awal berdirinya Posdaya Bacang tahun 2014. Untuk meminjam modal usaha mungkin belum bisa karena terbentur modal usaha yang biasa saya keluarkan cukup besar, sehingga tidak sinkron dengan standar baku pinjaman yang ditetapkan Tabur Puja. Akhirnya, saya memilih menabung,” tutur Ajeng kepada Cendana News.

Budi Lestari, atau karib disapa Ajeng

Dampak keikutsertaan Ajeng di Tabur Puja tidak dilihat dari perkembangan usahanya di rumah. Melainkan dari tabungan pribadinya yang selalu ada. Ajeng memiliki kebiasaan untuk menabung sejak remaja, terlebih saat ia pertama kali menginjakkan kaki di ke Jakarta dari kampung halamannya Wonogiri. Jika di Wonogiri ia menjadikan menabung sebagai cara untuk membeli barang berharga mahal yang diinginkan, sejak menjadi perantau di Jakarta Ajeng menjadikan kebiasaannya menabung sebagai cara tepat memiliki dana guna keperluan darurat.

Namun begitu, alih-alih untuk keperluan darurat, tabungan Ajeng di Tabur Puja lebih banyak ia gunakan sebagai tambahan biaya pulang kampung di Hari Raya Idul Fitri bersama suami dan kedua anaknya. Ajeng menabung setiap senin saat Hari Kas Tabur Puja Posdaya Bacang sebesar Rp 100 ribu. Dalam satu bulan, tabungannya berjumlah Rp 400 ribu. Dalam satu tahun, tabungan Ajeng bisa mencapai jumlah Rp 4,8 Juta.

“ Bagi yang belum memerlukan modal usaha, bisa menggunakan cara saya untuk bergabung di Tabur Puja. Anggap saja sebagai dana darurat, tapi begitu diakumulasikan dalam setahun, jumlahnya pasti lumayan untuk keperluan apapun. Contohnya keperluan mudik lebaran, membeli keperluan Hari Natal bagi yang merayakan, bahkan tidak tertutup kemungkinan menjadi modal awal usaha,” imbuhnya.

Sejauh ini, selama menjadi anggota Tabur Puja, Ajeng merasakan banyak manfaat serta menyaksikan bukti nyata bagaimana Tabur Puja menjadi pilihan tepat rakyat kecil. Secara pribadi, Tabur Puja semakin meneguhkan kegemarannya dalam menabung. Di sekitar kediamannya, ada tetangga yang berhasil menjadi pengusaha roti rumahan berkat tambahan modal Tabur Puja. Lalu ada juga penjual jajanan pasar yang merintis usahanya dari nol bersama Tabur Puja.

Oleh karena itu, sebagai penutup perbincangan, melalui keikutsertaannya di Tabur Puja, ia berharap semua orang dapat tergerak hatinya untuk membudayakan kembali gerakan gemar menabung. Dengan menabung, seseorang bisa menjadi apapun yang diinginkan, serta mendapatkan apapun yang diimpikannya. Dan dengan bukti-bukti nyata yang terjadi di lapangan terhadap para pengusaha mikro sukses berkat Tabur puja, turut meneguhkan Koperasi sebagai sahabat rakyat kecil untuk mendapatkan modal usaha.

“ Jangan meremehkan Koperasi, karena Koperasi memajukan warga desa sejak dahulu. Masyarakat desa menabung dan meminjam modal usaha lewat koperasi. Demikian pula halnya dengan Tabur Puja Yayasan Damandiri sebagai pilihan tepat rakyat kecil untuk modal usaha mikro dan menabung,” pungkasnya.

Jurnalis : Miechell Koagouw / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Miechell Koagouw

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.